Show simple item record

dc.contributor.advisorMunibah, Khursatul
dc.contributor.advisorTjahjono, Boedi
dc.contributor.authorBerutu, Andri Julians Saud
dc.date.accessioned2020-02-27T07:20:08Z
dc.date.available2020-02-27T07:20:08Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102528
dc.description.abstractSalah satu komoditas sub-sektor unggulan dalam perkebunan adalah kakao. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi karena dapat meningkatkan perekonomian petani dan negara. Sampai saat ini, kebun kakao masih memiliki kendala ketidakkonsistenan dalam berproduksi, terutama di perkebunan yang diolah oleh rakyat, yang memiliki luasan terbesar dari pada perkebunan swasta dan perusahaan negara yaitu sekitar 1.649.827 ha pada tahun 2017. Kecamatan Panimbang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang menjadi daerah sentra produksi kakao dengan luas perkebunan rakyat untuk kakao sebesar 360,67 ha. Penggunaan teknik penginderaan jauh diperlukan untuk mengidentifikasi karakteristik dan penyebaran lahan pertanian karena lebih hemat biaya dan waktu dibandingkan dengan cara teristris di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah (1) identifikasi karakter pohon kakao pada mosaik citra SPOT 6 dibantu Google Earth, (2) menentukan pola sebaran tanaman kakao dengan metode Average Nearest Neighbor (ANN), dan potensi populasi tanaman kakao dengan metode Invers Distance Weight (IDW), serta (3) mengetahui faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenampakan tanaman kakao pada mosaik Citra SPOT yang berada di kebun campuran tidak dapat diidentifikasi secara langsung. Selain itu sebagian besar tanaman kakao berada di bawah pohon naungan yang memiliki keragaman jenis, ketinggian, dan perbedaan lebar kanopi pohon naungan yang membuat vegetasi terlihat sangat rapat dan sulit dibedakan. Identifikasi tanaman kakao dilihat dari kanopi pada hamparan kakao yang tidak memiliki pohon naungan atau naungan yang sedikit. Land unit 8 memiliki sebaran tanaman kakao paling banyak dengan 52 titik sampel yang tersusun dari dataran struktural berombak dengan kemiringan lereng 8-15%. Pola spasial kebun kakao yang ada di Kecamatan Panimbang secara kuantitatif memiliki pola spasial mengelompok (clustered) dengan nilai R kurang dari 1 yaitu 0,9. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa faktor pemupukan dan penyemprotan menjadi yang paling berpengaruh pada produktivitas kakao di Kecamatan Panimbang. Nilai R2 sebesar 0.85 menunjukkan bahwa seluruh variabel secara bersama-sama memiliki hubungan dengan produktivitas.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcMixed gardensid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleIdentifikasi dan Sebaran Tanaman Kakao pada Kebun Campuran dengan Mosaik Citra SPOT di Kecamatan Panimbang.id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordMosaik Citra SPOTid
dc.subject.keywordKakaoid
dc.subject.keywordPola sebaranid
dc.subject.keywordProduktivitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record