View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Geophysics and Meteorology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Karakteristik kekeringan Hidrologi Hutan Rawa Gambut Sekunder^bStudi Kasus di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (11.66Mb)
      Date
      2019
      Author
      Pratama, Aditya Yoga
      Murdiyarso, Daniel
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Respon terhadap perkembangan kekeringan hidrologi ekosistem lahan gambut yang belum terganggu akan berbeda dengan lahan gambut yang mengalami kanalisasi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan karakterisasi kekeringan, dan menduga waktu tunda antara kekeringan hidrologi dan kekeringan meteorologi di Hutan Rawa Gambut (HRG) sekunder di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Karakteristik kekeringan dalam bentuk durasi dan defisit tinggi muka air tanah diduga dengan menggunakan metode ambang-batas tetap pada dua jenis tutupan lahan yang berbeda, semak-belukar (plot A1 dan A3) dan HRG sekunder (plot D1 dan D2). Nilai ambang-batas kekeringan hidrologi yang didapatkan yaitu 1.58. Nilai tersebut menunjukkan kondisi normal TMAT HRG ini adalah tergenang. Kekeringan hidrologi paling parah dijumpai di plot D1, diikuti oleh plot A1, A3, D2. Semak-belukar (plot A) menunjukkan kekeringan yang lebih kuat dibanding HRG sekunder (plot D). Plot A dan D memiliki rata-rata defisit tahunan -40 cm dan -18 cm, dengan durasi rata-rata tahunan pada plot A 320 hari, plot D 64 hari. Hubungan dan respon kekeringan hidrologi terhadap kekeringan meteorologi diduga dengan melakukan korelasi silang antara anomali curah hujan dan tinggi muka air tanah. Hasil analisis menunjukkan kedua plot memiliki hubungan yang sama dengan curah hujan yaitu linier positif dengan koefisien korelasi 0.50 pada plot A dan 0.48 pada plot D. Plot A lebih responsif dengan waktu tunda relatif lebih singkat dibanding plot D yaitu 48 hari berbanding 51 hari. Plot A memiliki lokasi yang dekat dengan kanal sehingga lebih mudah menjadi basah tetapi juga lebih mudah kehilangan air baik melalui aliran bawah menuju kanal maupun evaporasi karena lebih terbuka.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/102394
      Collections
      • UT - Geophysics and Meteorology [1719]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository