Analisis Tingkat Pengembalian Investasi Pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat.
View/ Open
Date
2019Author
Ayu, Sakuntala Devi
Mulatsih, Sri
Novianti, Tanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Arah kebijakan utama pembangunan nasional sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah fokus mendorong transformasi dan akselerasi di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI). Kalimantan merupakan wilayah KTI yang memberikan kontribusi ekonomi terbesar terhadap perekonomian nasional. Diantara provinsi di Kalimantan, Kalimantan Barat memberikan kontribusi ekonomi terbesar kedua dan tren kontribusinya terus meningkat selama periode 2010-2017. Namun, pada tahun 2014-2018 pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat cenderung melambat dan tidak pernah mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Barat.
Tenaga kerja adalah faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi disamping faktor modal fisik. Kuantitas dan kualitas tenaga kerja akan menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah. Dari segi kuantitas, pada tahun 2011-2018 jumlah angkatan kerja potensial di Kalimantan Barat terus meningkat, namun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) terus menurun. Penurunan TPAK mengindikasikan adanya penurunan pasokan tenaga kerja. Dari segi kualitas, level dan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat masih rendah. Pada tahun 2017, IPM Kalimantan Barat sebesar 66,26 merupakan IPM terendah di Pulau Kalimantan dan menempati urutan ke-30 di Indonesia. Pertumbuhan IPM Kalimantan Barat juga termasuk dalam pertumbuhan IPM terendah di Indonesia yaitu hanya tumbuh 0.58 persen pada tahun 2017 (BPS 2018a).
Dalam rangka meningkatkan IPM, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat fokus pada peningkatan pendidikan salah satunya melalui program sekolah gratis bagi seluruh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Khusu (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kalimantan Barat (Darsani 2019). Pemerintah Provinsi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 76 miliar untuk program tersebut (Aini 2019). Sesuai dengan teori Human Capital, pendidikan adalah investasi terpenting dalam modal manusia. Investasi pendidikan adalah alat utama bagi negara maupun pelaku bisnis untuk membangun angkatan kerja yang berkualitas (Arina dan Olga 2018). Dari sisi teori Labor Economic, peningkatan skill yang diperoleh dari pendidikan juga dapat meningkatkan partisipasi angkatan kerja.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengestimasi peluang partisipasi angkatan kerja di Kalimantan Barat dan faktor-faktor yang memengaruhinya; dan (2) mengestimasi tingkat pengembalian pribadi dari investasi pendidikan di Kalimantan Barat. Model probit digunakan untuk mengestimasi probabilitas (partisipasi) angkatan kerja. Model fungsi pendapatan Mincer digunakan untuk mengestimasi tingkat pengembalian investasi pendidikan di Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam analisis meliputi: data pendapatan bulanan, pendidikan yang ditamatkan, karakteristik individu (usia, jenis kelamin, dan status perkawinan), lapangan usaha pekerjaan, tempat tinggal (perdesaan atau perkotaan).
Data tersebut diperoleh dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional Provinsi Kalimantan Barat tahun 2015-2018 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik.
Hasil estimasi menunjukkan bahwa pada tahun 2015-2018, laki-laki dengan umur 39 tahun, lama sekolah 7 tahun, dan tidak pernah/sedang ikut training mempunyai rata-rata peluang berpartisipasi dalam angkatan kerja di perkotaan dan perdesaan masing-masing sebesar 0.93 dan 0.96. Sedangkan perempuan dengan karakteristik yang sama hanya mempunyai rata-rata peluang partisipasi angkatan kerja di perkotaan sebesar 0.65 dan di perdesaan sebesar 0.78. Pada tahun 2015-2018, faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap peluang partisipasi angkatan kerja adalah umur, umur kuadrat, kawin (tidak berpengaruh nyata pada tahun 2017), klasifikasi tempat tinggal, pendidikan (tidak berpengaruh nyata pada tahun 2016), jenis kelamin, dan training.
Hasil estimasi rata-rata tingkat pengembalian investasi pendidikan untuk semua level pendidikan di Kalimantan Barat adalah sebesar 4.86 persen pada tahun 2015. Artinya setiap penambahan satu tahun sekolah dapat meningkatkan pendapatan pekerja di Kalimantan Barat rata-rata sebesar 4.86 persen. Pada tahun 2016, setiap penambahan satu tahun sekolah hanya meningkatkan pendapatan rata-rata sebesar 4.74 persen. Tingkat pengembalian investasi pendidikan kemudian turun menjadi 4.40 persen dan 3.83 persen pada tahun 2017 dan 2018.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa besarnya peluang partisipasi individu dalam angkatan kerja di Kalimantan Barat pada tahun 2015-2018 dapat bervariasi tergantung pada karakteristik individu. Secara umum, peluang partisipasi angkatan kerja laki-laki lebih tinggi daripada peluang perempuan, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Tiga faktor utama yang paling besar pengaruhnya terhadap partisipasi individu dalam angkatan kerja di Kalimantan Barat adalah jenis kelamin, training, dan urban. Jenis kelamin dan training berpengaruh positif terhadap peluang partisipasi angkatan kerja, sedangkan urban berpengaruh negatif. Kesimpulan kedua adalah tingkat pengembalian investasi pendidikan di Kalimantan Barat tahun 2015-2018 masih rendah dan trennya menurun. Meskipun trennya menurun, sesuai dengan teori Human Capital, semakin tinggi tingkat pendidikan individu, semakin besar pula upahnya di pasar tenaga kerja.
Implikasi kebijakan yang dapat diambil pemerintah Kalimantan Barat untuk meningkatkan partisipasi angkatan kerja adalah fokus memberikan bantuan training kepada angkatan kerja potensial terutama pada perempuan dan individu berumur 15-44 tahun. Hasil estimasi tingkat pengembalian investasi pendidikan dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai analisis awal dalam rangka meningkatkan tingkat pendidikan di Kalimantan Barat. Adapun faktor-faktor yang dapat memengaruhi rendahnya tingkat pengembalian investasi pendidikan di Kalimantan Barat tidak dianalisis dalam penelitian ini, sehingga penelitian selanjutnya dapat berkontribusi dalam memeriksa faktor-faktor tersebut.
Collections
- MT - Economic and Management [3227]

