Show simple item record

dc.contributor.advisorWirnas, Desta
dc.contributor.advisorTrikoesoemaningtyas
dc.contributor.authorRifka
dc.date.accessioned2020-02-12T06:57:52Z
dc.date.available2020-02-12T06:57:52Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101934
dc.description.abstractTarget pengembangan varietas sorgum adalah produktivitas tinggi. Sejak tahun 2018, selain produktivitas tinggi, ketahanan terhadap penyakit karat daun telah menjadi salah satu syarat pelepasan varietas. Calon varietas harus memiliki sifat minimal agak tahan hingga tahan terhadap penyakit karat daun yang disebabkan oleh cendawan Puccinia purpurea. Oleh karena itu, identifikasi ketahanan penyakit karat daun sangat penting dalam program pemuliaan sorgum. Penelitian pada gandum melaporkan bahwa keparahan penyakit karat daun dipengaruhi oleh interaksi genetik dan lingkungan (G × E). Galur yang sama memiliki respon ketahanan yang berbeda di lingkungan yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi G × E tidak dapat diabaikan karena dapat menyebabkan kekeliruan dalam memberikan rekomendasi varietas. Penelitian ini melaporkan keragaan hasil galur-galur harapan sorgum, pengaruh interaksi G × E terhadap ketahanan penyakit karat daun pada galur-galur harapan sorgum IPB di dua lingkungan yang berbeda dan korelasi tingkat ketahanan dengan produktivitas. Percobaan pertama yaitu keragaan agronomi galur-galur harapan sorgum IPB. Genotipe memiliki pengaruh yang nyata terhadap karakter tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang malai, bobot malai, bobot biji/malai, bobot 1000 biji, bobot malai ubinan, bobot biji ubinan, umur berbunga, umur panen, periode pengisian biji, dan produktivitas. Ideotipe sorgum yang diinginkan yaitu memiliki bobot biji/malai yang tinggi, produktivitas yang tinggi, tinggi tanaman minimal setara atau mirip dengan varietas nasional Numbu, dan memiliki biji berwarna terang (kuning atau putih keabuan). Hasil penelitian ini berhasil mengidentifikasi dua galur yang memenuhi ideotipe tersebut, yaitu N/UP-4-3 dan N/UP-118-3. Percobaan kedua yaitu interaksi G × E ketahanan penyakit karat daun galurgalur harapan sorgum IPB di dua lingkungan. Hasil analisis ragam gabungan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata dari interaksi G × E terhadap keparahan penyakit karat daun galur-galur sorgum yang diuji. Pengaruh interaksi G × E yang menyebabkan perubahan respon ketahanan penyakit antar lingkungan uji. Terjadi penurunan persentasi keparahan penyakit karat daun di Bogor, sehingga galur-galur sorgum yang diuji di Bogor menunjukkan respon yang lebih tahan dibandingkan di Maros. Varietas Kawali dan galur N/UP-159-9 menunjukkan respon yang tetap pada kedua lingkungan tersebut. Galur-galur sorgum hasil pemuliaan IPB memiliki respon sangat rentan, rentan, dan moderat terhadap penyakit karat daun. Galur N/UP-139-5, N/UP-48-2, dan N/UP-89-3 ditemukan moderat di lingkungan uji Bogor.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcPlant Breedingid
dc.subject.ddcSorghum Varieticsid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleKeragaan Hasil serta Interaksi Genotipe dan Lingkungan pada Ketahanan terhadap Penyakit Karat Daun Galur-galur Harapan Sorgum IPBid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordinfeksiid
dc.subject.keywordinteraksi G × Eid
dc.subject.keywordkarat daunid
dc.subject.keywordkeparahan penyakitid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record