View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potensi Ekstrak Daun Sirsak dan Rimpang Lengkuas sebagai Pengendali Penyakit Antraknosa (Colletotrichum capsici) pada Cabai selama Penyimpanan.

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (10.46Mb)
      Date
      2019
      Author
      Hariyanti, Puspa
      Prijono, Djoko
      Tondok, Efi Toding
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Cabai merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan fungisida sintetik secara berlebihan dapat meninggalkan residu pada produk yang dipanen. Selain penggunaan fungisida, penanganan pascapanen cabai dapat dilakukan dengan penyimpanan pada suhu rendah. Namun, penanganan pascapanen pada suhu rendah masih sangat terbatas di kalangan petani tradisional. Selain itu, penggunaan fungisida nabati sebagai alternatif untuk mengendalikan penyakit cabai belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan menentukan keefektifan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L., Annonaceae) dan rimpang lengkuas (Alpinia galanga [L.] Wild., Zingiberaceae) dalam mengendalikan antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici pada cabai selama penyimpanan. Uji penghambatan ekstrak uji terhadap C. capsici dilakukan dengan metode peracunan media. Penghambatan pertumbuhan C. capsici oleh ekstrak metanol rimpang lengkuas kering pada konsentrasi 1.43%-4.16% sekitar 11%–81% dan oleh ekstrak segar pada konsentrasi 1.14%-8.80% sekitar 19%–77%. Ekstrak metanol daun sirsak kering dapat menghambat pertumbuhan C. capsici namun tingkat hambatan tidak berbanding lurus dengan tingkat konsentrasi. Ekstrak daun sirsak segar tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan C. capsici sehingga tidak berpotensi sebagai fungisida nabati. Uji in vivo dilakukan dengan merendam buah cabai dalam larutan ekstrak. Ekstrak metanol rimpang lengkuas kering menghambat perkembangan lesio antraknosa dengan IC50 3.06% (0.306 g/L) dan IC95 6.89% (0.689 g/L), sedangkan IC50 dan IC95 dari ekstrak rimpang lengkuas segar masing-masing 4.42% (0.442 g/L) dan 32.7% (3.27 g/L). Selain itu, ekstrak rimpang lengkuas juga dapat menekan susut bobot buah cabai dan memperpanjang masa inkubasi penyakit antraknosa pada buah cabai.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101905
      Collections
      • UT - Plant Protection [2516]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository