Populasi Mikrob Fungsional Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
View/ Open
Date
2019Author
Maulandari, Septi
Widyastuti, Rahayu
Hazra, Fahrizal
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanah merupakan habitat dari berbagai macam mikrob yang menjadi salah
satu aspek yang penting di dalam pembentukan suatu ekosistem. Keberadaan
mikrob dapat mempengaruhi sifat biologi, kimia dan fisik tanah. Kelimpahan dan
keragaman mikrob bisa menjadi indikator dari kesuburan tanah. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mempelajari kelimpahan mikrob fungsional tanah pada lima tipe
penggunaan lahan yaitu hutan primer, hutan karet, lahan terlantar, ladang
berpindah, dan kebun sawit di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Sampel
diambil dari tiga titik secara acak pada garis lurus 100 m dari masing-masing
penggunaan lahan dengan kedalaman 10 cm. Analisis mikrob tanah yang dilakukan
meliputi total mikrob, total fungi, Azotobacter, mikrob pelarut fosfat, mikrob
pendegradasi selulosa dengan metode cawan hitung. Hasil penelitian menunjukkan
setiap penggunaan lahan mempunyai populasi mikrob yang berbeda. Hal ini diduga
karena pengaruh faktor lingkungan seperti C/N ratio, pH, suhu, kadar air tanah dan
faktor lain pada setiap penggunaan lahan. Populasi tertinggi untuk total mikrob
(1.73 x 106 CFU/g tanah), total fungi (3.89 x 104 CFU/g tanah ) dan Azotobacter
(3.39 x 104 CFU/g tanah) terdapat pada hutan karet. Populasi mikrob pelarut fosfat
paling tinggi terdapat pada ladang berpindah (9.98 x 104 CFU/g tanah), sedangkan
populasi mikrob pendegradasi selulosa paling tinggi terdapat pada lahan kelapa
sawit yaitu 1.15 x 105 CFU/g tanah.

