Keefektifan Insektisida BPMC untuk Pengendalian Hama Pengisap Polong Kedelai (Riptortus linearis dan Nezara viridula) dan Pengaruhnya terhadap Parasitoid
| dc.contributor.advisor | Pudjianto | |
| dc.contributor.author | Spatika, Stefanie Elke | |
| dc.date.accessioned | 2020-02-05T08:06:39Z | |
| dc.date.available | 2020-02-05T08:06:39Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101706 | |
| dc.description.abstract | Komoditas penting di Indonesia salah satunya adalah kedelai yang dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai macam pangan olahan. Dua hama penting pada tanaman kedelai yaitu Riptortus linearis dan Nezara viridula. Beberapa petani di Indonesia masih menggunakan insektisida BPMC untuk mengendalikan hama pengisap polong. Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan aplikasi insektisida BPMC terhadap populasi dan intensitas serangan hama pengisap polong (R. linearis dan N. viridula) dan pengaruhnya terhadap parasitoid. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari: 1) perlakuan A (BPMC 4.00 ml/l); 2) perlakuan B (BPMC 3.00 ml/l); 3) perlakuan C (BPMC 2.00 ml/l); 4) perlakuan D (BPMC 1.00 ml/l); and 5) perlakuan E (kontrol). Pengamatan populasi dan gejala serangan R. linearis dan N. viridula dilakukan setiap minggu selama tiga bulan dengan melakukan pengamatan langsung pada setiap 15 sampel tanaman kedelai di setiap petak percobaan. Penangkapan parasitoid menggunakan jaring pada setiap petak percobaan. Hama R. linearis sudah ditemukan saat pengamatan tanaman kedelai berumur 9 MST sedangkan N. viridula sudah ditemukan sejak pengamatan awal yaitu 8 MST. Aplikasi insektisida BPMC dengan konsentrasi formulasi 1.00-4.00 ml/l tidak efektif dalam menekan kelimpahan hama pengisap polong (R. linearis dan N. viridula) kecuali pada pengamatan minggu terakhir (15 MST). Aplikasi insektisida BPMC dengan konsentrasi 4.00 ml/l, 3.00 ml/l, 2.00 ml/l, dan 1.00 ml/l dapat menekan intensitas serangan hama pengisap polong saat tanaman berumur 13 MST hingga 15 MST. Aplikasi insektisida BPMC tidak berpengaruh nyata pada populasi parasitoid di pertanaman kedelai. Parasitoid yang ditemukan selama penelitian yaitu Scelio sp. (Hymenoptera: Scelionidae), Brachymeria sp. (Hymenoptera: Chalcididae), satu spesies dari famili Braconidae, Xanthompimpla sp. (Hymenoptera: Ichneumonidae), dan satu spesies dari famili Tachinidae (Diptera). | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Plant Protection | id |
| dc.subject.ddc | Pesticides | id |
| dc.subject.ddc | 2019 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor, Jawa Barat | id |
| dc.title | Keefektifan Insektisida BPMC untuk Pengendalian Hama Pengisap Polong Kedelai (Riptortus linearis dan Nezara viridula) dan Pengaruhnya terhadap Parasitoid | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | hama pengisap polong | id |
| dc.subject.keyword | insektisida | id |
| dc.subject.keyword | intensitas serangan | id |
| dc.subject.keyword | tanaman kedelai | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
UF - Plant Protection [2612]

