Show simple item record

dc.contributor.advisorAvenzora, Ricky
dc.contributor.advisorSunarminto, Tutut
dc.contributor.advisorMutiara, Benny Achmad
dc.contributor.authorDarumurti, Retno
dc.date.accessioned2020-02-05T03:43:50Z
dc.date.available2020-02-05T03:43:50Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101676
dc.description.abstractPertumbuhan industri pariwisata telah mempengaruhi berkembangnya destinasi wisata baru dengan beragam aktivitasnya, dan mendorong inisiatif masyarakat untuk mengembangkan daerahnya hingga ke pelosok desa. Kegiatan ekowisata dapat mendorong kegiatan konservasi alam dan budaya, serta mendorong pemenuhan kebutuhan berwisata. Pola perilaku wisatawan perlu dianalisis untuk dapat mengelola dengan baik kunjungan wisatawan ke destinasi dan untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Pengembangan desa wisata sebagai destinasi berbasis ekowisata yang berkelanjutan perlu adanya perhatian terhadap beberapa aspek psikologis yang mengiringi kebutuhan untuk berwisata dan pemilihan destinasinya, antara lain persepsi, motivasi dan preferensi wisatawan. Selanjutnya, aspek-aspek tersebut dielaborasikan dengan tujuh pilar pengembangan ekowisata, yang kemudian dapat dipetakan pola perilaku (behavior patterns) wisatawan. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang model perilaku wisatawan pada destinasi desa wisata untuk memperoleh pengalaman, kepuasan, kenangan dan pendidikan, serta memberikan manfaat ekologi, sosial-budaya, dan ekonomi kepada masyarakat. Penelitian ini menganalisis perilaku wisatawan di desa wisata dengan mengacu pada proses perilaku 3 tahap berwisata yaitu sebelum aktivitas berwisata (pre-activity), aktivitas selama berwisata (on-going activity), dan aktifitas setelah berwisata (post-activity). Kegiatan sebelum berwisata terdiri dari aspek persepsi awal, motivasi, dan preferensi terhadap desa wisata sebagai pilihan tujuan. Aktivitas selama berwisata dianalisis dengan mengamati perilaku wisatawan di desa wisata selama berwisata, dan kegiatan setelah berwisata dianalisis dengan menyelidiki persepsi akhir, kepuasan, dan keinginan untuk kembali mengunjungi desa wisata. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tertutup dengan metode One Score- One Indicator Scoring System. Kuesioner berisi 7 kriteria seputar pariwisata pedesaan seperti budaya material, budaya immaterial, kondisi alam pedesaan, kegiatan masyarakat pedesaan, karakteristik warga desa, atmosfir suasana desa, dan ekonomi masyarakat. Analisis data dilakukan dengan metode statistik korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahapan Pre-Activity variabel Persepsi awal memiliki skor yang paling tinggi yaitu 5,22 diikuti oleh skor Motivasi sebesar 4,99 dan skor Preferensi 4,84. Secara umum penilaian sikap pengunjung pada tahap Pre-Activity ini memiliki skor yang positif dengan nilai > 4 (dengan rentang nilai 1 – 7 point). Para pengunjung yang rata – rata adalah kaum terpelajar diduga sudah memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang bagaimana perilaku berwawaskan lingkungan di desa wisata. Pada tahap On-Going Activity skor perilaku pengunjung di desa wisata menunjukkan skor yang cukup tinggi yaitu > 6 dengan trend yang positif dari perilaku pada kondisi 1 (on going 1) sampai dengan pada kondisi 3 (on going 3). Skor On-Going Activity berturut – turut adalah 6,45 pada kondisi I, 6,47 pada kondisi II, dan 6,49 pada kondisi III. Berdasarkan skor On-Going Activity dapat disampaikan bahwa secara umum para pengunjung di desa wisata sudah menunjukkan perilaku yang berwawaskan lingkungan. Selanjutnya pada tahap Post-Activity skor perilaku pengunjung yang terdiri dari persepsi akhir, kepuasan dan keinginan untuk berkunjung kembali juga menunjukkan skor yang positif. Pada variabel persepsi akhir diperoleh skor 5,26 dimana terdapat penambahan 0,04 point dari persepsi awal. Nilai kepuasan pengunjung adalah 5,00 atau dapat dikatakan cukup tinggi. Sedangkan skor keinginan untuk kembali juga bernilai cukup tinggi yaitu 4,98. Pada hasil pendugaan persamaan kepuasan pengunjung di desa wisata dan keinginan untuk kembali (willingness to repeat ) diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Kepuasan wisatawan = 1.564 -0.0740 persepsi + 0.324 motivasi + 0.215 preferensi - 0.429 on-going 1 - 0.249 on-going 2 + 0.476 on-going 3 + 0.4660 persepsi akhir. Variabel yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung adalah motivasi, preferensi dan persepsi akhir. Selanjutnya hasil analisis regresi terhadap keinginan untuk kembali (willingness to repeat) adalah Willingness to repeat = -1.896 - 0.076 persepsi + 0.037 motivasi + 0.328 preferensi + 0.057 post perception + 0.07 on going 1 + 0.302 on going 2 + 0.044 on going 3 + 0.502 kepuasan. Variabel preferensi dan kepuasan merupakan variabel yang signifikan mempengaruhi keinginan untuk kembali Hasil analisis korelasi terhadap variabel pre-activity, on-going activity dan post-activity, menunjukkan bahawa variabel pada tahap pre-activity, berkorelasi positif terhadap variabel post-activity, sedangkan pada tahap on-going activity, tidak menunjukkan korelasi yang signifikan. Ditinjau dari aspek gender, nampak bahwa wisatawan perempuan menunjukkan aktivitas yang lebih ramah lingkungan dan mematuhi tata nilai desa wisata. Dari 512 potensi perilaku yang telah terpola dalam penelitian ini, menghasilkan 46 pola perilaku yang terobservasi. Selanjutnya perlu adanya upaya untuk membangun persepsi wisatawan tentang desa wisata, mengembangkan sumber daya dan mengelola perilaku wisatawan untuk mengembangkan pariwisata pedesaan sebagai tujuan ekowisata.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcManagement ecotourismid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcYogyakartaid
dc.titleModel Perilaku Wisatawan pada Desa Wisataid
dc.typeDissertationid
dc.subject.keywordperilaku wisatawanid
dc.subject.keywordberwawasan lingkunganid
dc.subject.keyworddesa wisataid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record