| dc.description.abstract | Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Wonorejo memiliki tutupan lahan
vegetasi yang sebagian besar areanya didominasi beberapa tegakan seperti pinus,
jati, mahoni, sengon dan jabon. Penggunaan lahan serta besarnya potensi tegakan
hutan di DTA Wonorejo dapat mempengaruhi kondisi waduk, baik fungsi waduk
maupun umur guna waduk. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh merupakan
salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi besarnya potensi tegakan
hutan di DTA Waduk Wonorejo dari tahun ke tahun dengan cepat dan akurat
sehingga menghasilkan informasi mengenai sebaran potensi tegakan hutan. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk memperoleh model penduga volume tegakan hutan
di DTA Waduk Wonorejo dengan pendekatan berbasis visual dan digital
menggunakan citra SPOT 6. Hasil dari klasifikasi jenis tegakan terdapat 2 jenis
tegakan yang dibuat menjadi model persamaan regresi, yaitu tegakan daun lebar
dan tegakan daun lebar. Pemilihan model penduga volume tegakan terbaik
didasarkan dari nilai R2, SR, SA, bias (e) dan nilai RMSE. Model berbasis digital
dengan peubah bebas indeks vegetasi yang terpilih untuk tegakan daun jarum yaitu
V = 806.71GNDVI1.1433 yang mempunyai nilai R2 sebesar 61.75% dan untuk
tegakan daun lebar yaitu V = 9.5604e0.7109SRVI dengan nilai R2 sebesar 61.92%.
Model berbasis visual dengan peubah bebas persentase kerapatan tajuk yang
terpilih untuk tegakan daun jarum yaitu V = 7.0824CC0.9682 dengan nilai R2 sebesar
60.65% dan tegakan daun lebar yaitu V = 11.732e0.0334CC dengan nilai R2 sebesar
69.30%. | id |