Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.advisorSudadi, Untung
dc.contributor.authorKemit, Agung Andiko Iman Rajani
dc.date.accessioned2020-01-08T02:58:56Z
dc.date.available2020-01-08T02:58:56Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100910
dc.description.abstractPemanfaatan Latosol untuk pertanian dihadapkan pada kendala pH, kadar bahan organik, dan kejenuhan basa yang rendah. Pemanfaatan Podsolik dihadapkan pada kendala yang sama dan diperparah dengan kejenuhaan Al dan fiksasi P yang lebih tinggi. Salah satu upaya peningkatkan produktivitas tanah masam adalah dengan ameliorasi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, diantaranya menggunakan dolomit, kompos, dan arang sekam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh tunggal ameliorasi dolomit, kompos, atau arang sekam pada Latosol Dramaga dan Podsolik Jasinga dengan kadar Aldd berbeda terhadap serapan P, Ca, dan Mg jagung pada 3 minggu fase vegetatif awal. Kadar Aldd Latosol Dramaga dan Podsolik Jasinga berturut-turut 4.79 dan 20.07 me/100 g. Percobaan dilakukan di rumah kaca secara RAL perlakuan tunggal amelioran diinkubasi selama 1 bulan. Ameliorasi dolomit, kompos atau arang sekam menggunakan 4 taraf dosis. Taraf dosis Dolomit 0, 0.4, 1, dan 2 kali Aldd; kompos 0, 4, 10, dan 20 ton/ha; dan arang sekam 0, 16, 40, dan 80 ton/ha. Setelah diinkubasi dilakukan penanaman masing-masing 2 benih jagung manis dan hibrida pada polybag berisi 300 g BKM Latosol Dramaga atau Podsolik Jasinga. Kondisi kadar air dipertahankan pada kapasitas lapang. Tanaman dipanen pada umur 3 minggu dilanjutkan analisis kadar hara tajuk dengan metode pengabuan kering. Karena total biomassa tanaman uji dari setiap ulangan tidak mencukupi untuk analisis kadar P, Ca dan Mg, maka sampel tanaman dari 3 ulangan digabungkan. Oleh karena itu, pembahasan pengaruh perlakuan ameliorasi didasarkan atas interpretasi grafis Cartesians hubungan antara dosis amelioran sebagai sumbu X dengan serapan P, Ca dan Mg tanaman sebagai sumbu Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ameliorasi dolomit, kompos, atau arang sekam di kedua tanah berespon linier positif atau kuadratik terhadap serapan P, Ca dan Mg jagung manis dan hibrida. Respon linier positif menunjukkan penurunan efisiensi serapan karena peningkatan bobot biomassa diikuti serapan yang lebih tinggi, sedangkan respon kuadratik menunjukkan peningkatan efisiensi serapan setelah tercapainya serapan maksimum pada dosis amelioran tertentu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSoil Scienceid
dc.subject.ddcAcid Soilsid
dc.subject.ddc2018id
dc.subject.ddcBogor, Jawa Baratid
dc.titleSerapan P, Ca dan Mg Jagung pada Latosol Dramaga dan Podsolik Jasinga Diameliorasi Dolomit, Kompos atau Arang Sekamid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordAluminiumid
dc.subject.keywordamelioranid
dc.subject.keywordefisiensi serapanid
dc.subject.keywordtanah masamid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record