Show simple item record

dc.contributor.advisorAman, Amril
dc.contributor.advisorSilalahi, Bib Paruhum
dc.contributor.authorHardianti, Lilik
dc.date.accessioned2020-01-03T02:24:23Z
dc.date.available2020-01-03T02:24:23Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100761
dc.description.abstractPengangkutan perdagangan internasional melalui laut mencapai 90% dan sebesar 40% melewati laut Indonesia, namun umumnya arus perdagangan Indonesia hanya berpusat di wilayah barat Indonesia sehingga terjadi disparitas harga barang antara wilayah barat dan timur. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah membuat program tol laut, yaitu sistem pengangkutan barang dan logistik skala besar yang diangkut dengan kapal berjadwal tetap. Untuk merealisasikan program tol laut, pemerintah menetapkan beberapa pelabuhan utama yang terdiri atas dua pelabuhan internasional yaitu Belawan dan Bitung, dan beberapa pelabuhan nasional yaitu Batam, Tanjung Priok, Tanjung Perak, Banjarmasin, Makassar, dan Sorong. Pelabuhan-pelabuhan ini dihubungkan dengan pelayaran yang membentuk beberapa rute yang menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia Untuk itu, perlu pemilihan rute tol laut yang tepat agar memberikan pemerataan distribusi yang baik dengan biaya operasional yang minimum. Salah satu cara dalam meminimumkan biaya operasional adalah dengan mengoptimalkan frekuensi kapal yang berlayar pada setiap rute yang ditetapkan. Frekuensi kapal optimal apabila semua permintaan barang yang harus diturunkan pada setiap pelabuhan terpenuhi dengan biaya total yang minimum. Frekuensi kapal ditentukan oleh banyaknya barang yang terangkut pada setiap rute dan kapasitas kapal yang digunakan. Kapal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu KM Caraka Jaya Niaga dengan kapasitas kapal sebesar 115 Teus. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model matematika untuk menentukan frekuensi kapal untuk semua rute pada tol laut di Indonesia. Permasalahan ini diformulasikan menjadi model matematika penentuan frekuensi kapal tol laut dan dibentuk ke dalam pemrograman linear bilangan bulat. Variabel keputusan yang digunakan adalah frekuensi kapal yang berlayar pada setiap rute dan banyaknya barang yang terangkut dan diturunkan pada setiap perjalanan kapal di setiap rute, dengan beberapa fungsi kendala yang membatasi permasalahan ini dan dengan fungsi tujuan meminimumkan biaya operasional kapal. Beberapa skenario pengujian model digunakan untuk melihat kesesuaian hasil dari model. Pada penelitian ini digunakan lima contoh kasus yang solusinya telah diketahui dengan memberikan biaya operasional kapal setiap rute dan permintaan barang di ruas trayek yang berbeda-beda. Berdasarkan aplikasi model pada rute tol laut diperoleh bahwa perjalanan kapal optimal dapat memenuhi setiap permintaan di setiap pelabuhan. Penelitian ini menggunakan data rute yang telah ditetapkan berdasarkan hasil kajian ITS 2014 (dalam Bappenas 2015) yang menyebutkan terdapat tujuh alternatif rute tol laut. Dari ketujuh rute tersebut menghasilkan rute yang optimal digunakan adalah sebanyak lima rute, yaitu rute 1, 3, 4, 5, dan 6 dengan frekuensi kapal terendah melalui rute 6 yaitu sebanyak 15 kali dan frekuensi kapal terbanyak melalui rute 5 yaitu sebanyak 2618 kali. Dengan total biaya operasional kapal paling minimum senilai Rp 29.864.890.000 × C (variabel biaya) dalam periode satu tahun.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcApplied mathematicsid
dc.subject.ddcLinier programmingid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titlePenentuan Frekuensi Kapal pada Tol Laut di Indonesia untuk Meminimumkan Biaya Operasionalid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordfrekuensi kapalid
dc.subject.keywordminimum biaya operasionalid
dc.subject.keywordpemrograman linear bilangan bulatid
dc.subject.keywordtol lautid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record