Show simple item record

dc.contributor.advisorPriatna, Budi Wahyu
dc.contributor.advisorBaga, Lukman Mohammad
dc.contributor.authorN. Kinding, Dwi Putriana
dc.date.accessioned2020-01-02T03:14:43Z
dc.date.available2020-01-02T03:14:43Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100722
dc.description.abstractSalah satu pelaku usaha agribisnis sayuran adalah Pondok Pesantren Al- Ittifaq (Al-Ittifaq). Karakteristik perusahaan yang unik, yaitu memadukan Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) dengan kegiatan pertanian pada suatu Pondok Pesantren, untuk memanfaatkan potensi alamnya. Al-Ittifaq selalu berusaha menghadirkan produk dengan kualitas terbaik, sesuai dengan kebutuhan konsumennya (ritel) yang tersebar di daerah Bandung, Cimahi dan Tangerang. Permasalahan yang dialami rantai pasok di Al-Ittifaq antara lain, masih adanya ketidaksesuaian produk dilihat dari masih adanya barang tertolak dari konsumen, dan kesulitan dalam perencanaan jumlah pengiriman dengan meningkatnya permintaan menjadikan semakin kesulitan memenuhi permintaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran rantai pasok sayuran dan mengukur kinerja rantai pasok sayuran pada Pondok Pesantren Al-Ittifaq. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2019, dengan penggunaan data satu musim tanam di bulan November sampai Desember 2018. Responden pada penelitian adalah pelaku rantai pasok yang terlibat terdiri dari, distributor yaitu Al-Ittifaq, pemasok yaitu petani mitra sayuran (wortel, daun bawang dan seledri) dan konsumen yaitu ritel. Pengolahan data dilakukan menggunakan dua alat analisis yaitu, secara deskriprif menggunakan metode Food Supply Chain Networks (FSCN) dalam menggambarkan rantai pasok dan secara kuantitatif melihat capaian kinerja rantai pasok menggunakan metode Supply Chain Operation Refference (SCOR). Hasil penelitian secara deskriptif menggunakan pendekatan metode FSCN, memberikan gambaran kondisi rantai pasok sayuran di Al-Ittifaq sudah berjalan cukup baik. Perbaikan yang masih perlu dilakukan adalah manajemen jaringan rantai pasok pada sistem transaksi yang diterapkan, dimana transaksi belum lancar dan belum ada kesepakatan kontraktual secara tertulis antara pihak petani dan Al- Ittifaq. Pengukuran kinerja rantai pasok sayuran pada Al-Ittifaq menggunakan metode SCOR, memberikan hasil bahwa keseluruhan kinerja rantai pasok sayuran pada semua tingkatan sudah mencapai posisi terbaiknya (superior). Kinerja yang masih membutuhkan peningkatan kinerja adalah kesesuaian dengan standar dan kinerja persediaan harian yang masih berada pada posisi baik (advantage). Perbaikan kinerja rantai pasok Al-Ittifaq pada peningkatan kesesuaian standar produk, dapat dilakukan Al-Ittifaq dengan memperbaiki perlakuan terhadap produk pada saat pengiriman, sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan produk saat sampai di konsumen. Selain itu, untuk mencegah adanya penolakan barang maka Al-Ittifaq dapat melakukan perbaikan perencanaan data. Penggunaan sistem komputerisasi dapat digunakan untuk menjamin akurasi data peramalan permintaan, dan melakukan menambah pasokan cadangan sebesar 10 persen bagi produk yang sering mengalami penolakan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcVegetablesid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBandung, Jawa Baratid
dc.titleRantai Pasok Sayuran pada Pondok Pesantren Al- Ittifaq Kabupaten Bandungid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordFSCNid
dc.subject.keywordkinerjaid
dc.subject.keywordrantai pasokid
dc.subject.keywordsayuranid
dc.subject.keywordSCORid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record