| dc.description.abstract | Pengobatan modern secara farmakologis maupun terapi medis umumnya
digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol meskipun penggunaan dalam jangka
waktu panjang akan mengakibatkan efek samping. Adib (2009) mengemukakan
bahwa penggunaan obat penurun kolesterol memiliki efek samping seperti
kerusakan hati, radang lambung, iritasi dan inflamasi pada lambung, serta
kerusakan ginjal apabila digunakan dalam jangka waktu yang lama. Penggunaan
obat tradisional seperti jamu atau obat herbal dinilai lebih aman dari penggunaan
obat modern. Javed et al. (2009) menyatakan bahwa penggunaan tanaman sebagai
obat terhadap berbagai penyakit meningkat karena obat-obatan sintetis memiliki
banyak efek samping.
Penggunaan tanaman obat yang sudah diidentifikasi untuk mengobati
masalah jantung seperti penyakit jantung iskemik dan hiperkolesterolemia tercatat
sebanyak 2000 tanaman (Mahmood et al. 2010). Minuman herbal campuran
merupakan produk minuman herbal yang memiliki komposisi bawang putih, jahe,
cuka apel, lemon, dan madu, yang telah digunakan oleh beberapa masyarakat
sebagai alternatif pengobatan penyakit jantung dan kolesterol. Penelitian secara
ilmiah mengenai khasiat dan manfaat minuman herbal campuran belum banyak
dilakukan. Penelitian terkait minuman herbal campuran yang sudah banyak beredar
hanya dilakukan secara pra klinis menggunakan hewan coba sehingga belum ada
penelitian lanjutan yang langsung berhubungan dengan manusia.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisis karakteristik konsumen
minuman herbal campuran; 2) Melakukan uji persepsi tentang manfaat kesehatan
dan manfaat secara subjektif pada konsumen yang biasa mengonsumsi minuman
herbal campuran; 3) Menganalisis daya terima terhadap produk minuman herbal
campuran berdasarkan persepsi dan masukan dari konsumen; 4) Menganalisis
hubungan minuman herbal campuran terhadap profil lipid.
Penelitian dilakukan menggunakan desain studi cross sectional yang terdiri
dari tiga tahapan penelitian. Penelitian dilakukan di daerah Jabodetabek pada bulan
Desember 2018 sampai Maret 2019 yang meliputi survei dan pengambilan data,
serta analisis data dan penulisan laporan. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini
adalah konsumen minuman herbal campuran yang berjumlah 55 orang. Jenis data
yang dikumpulkan adalah data primer yang dikumpulkan melalui wawancara
menggunakan instrumen kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari arsip
rekam medis konsumen.
Terdapat tiga tahapan pada penelitian ini. Tahap pertama pada penelitian ini
yaitu melakukan survei serta pemberian kuisioner awal untuk melihat karakteristik
subjek yang konsisten dalam mengonsumsi minuman herbal campuran. Tahap
kedua yaitu pemberian kuisioner serta uji persepsi subjek mengenai produk dan
manfaat kesehatan yang dirasakan. Tahap ketiga yaitu menganalisis profil lipid
darah berdasarkan rekam medis sebelum dan sesudah penggunaan minuman herbal
campuran.
Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan data karakteristik
subjek, status gizi (IMT), dan persepsi subjek mengenai minuman herbal campuran.
Analisis statistik inferensia dilakukan untuk menganalisis kadar profil lipid subjek
sebelum dan sesudah konsumsi minuman herbal campuran berdasarkan rekam
medis. Uji Paired-samples t-test digunakan untuk melihat perbedaan profil lipid
subjek sebelum dan sesudah konsumsi minuman herbal campuran.
Sebagian besar subjek dalam penelitian ini adalah laki-laki sebanyak 39
orang (70.9%) dan perempuan sebanyak 16 orang (29.1%). Subjek pada penelitian
ini yang berusia 26-45 tahun sebanyak 7 orang (12.7%), usia 46-65 tahun sebanyak
47 orang (85.5%) dan usia diatas 65 tahun sebanyak 1 orang (1.8%). Subjek
terbanyak yaitu subjek yang memiliki rentang usia 46-65 tahun. Subjek tersebar di
lima kota yaitu Bekasi, Bogor, Depok, Jakarta dan Tangerang. Subjek terbanyak
bertempat tinggal di Tangerang yaitu sebanyak 23 orang (41.8%), kemudian diikuti
oleh Jakarta sebanyak 15 orang (27.3%), Depok sebanyak 10 orang (18.2%), Bogor
sebanyak 6 orang (10.9%), dan Bekasi sebanyak 1 orang (1.8%). Secara umum,
tingkat pendidikan subjek tergolong tinggi, terlihat dari subjek yang merupakan
lulusan S1 sebanyak 19 orang (34.5%), S2 sebanyak 20 orang (36.4%), dan S3
sebanyak 6 orang (10.9%).
Pekerjaan subjek sangat beragam, dimana hampir sebagian subjek bekerja
sebagai karyawan swasta yaitu sebanyak 22 orang (40%). Mayoritas penghasilan
subjek berkisar antara Rp. 5.000.000 – Rp. 10.000.000 (45.5%). Sebagian besar
subjek (85.5%) memiliki penghasilan diatas Rp. 5.000.000 setiap bulannya.
Penilaian terhadap mutu cita rasa produk minuman herbal campuran memiliki
warna yang pas, aroma yang cukup beraroma, kekentalan yang pas, rasa yang pas,
dan cita rasa keseluruhan yang cukup enak. Tingkat kesukaan terhadap produk
minuman herbal campuran yaitu 83.7% menyukai warna, 78.2% menyukai aroma,
87.3% menyukai kekentalan, 80% menyukai rasa, dan 85.4% menyukai cita rasa
keseluruhan. Persepsi kesehatan menunjukkan sebanyak 83.7% subjek merasa
mengalami penurunan kadar kolesterol sesudah konsumsi minuman herbal
campuran.
Persepsi konsumen terhadap kesehatan menunjukkan 83.7% subjek
mengalami penurunan kolesterol setelah konsumsi minuman herbal campuran.
Persepsi emosional konsumen menunjukkan bahwa sebanyak 90.9% subjek merasa
fit dan bugar setelah konsumsi minuman herbal campuran.
Hasil rekam medis pada profil lipid menunjukkan bahwa terdapat penurunan
pada total kolesterol, LDL, dan trigliserida sebelum dan sesudah mengonsumsi
minuman herbal campuran (P<0.05). Berdasarkan persepsi dan rekam medis
diketahui bahwa minuman herbal campuran dapat digunakan sebagai alternatif obat
tradisional penurun kolesterol. | id |