Show simple item record

dc.contributor.advisorYayat, Hidayat
dc.contributor.advisorWahyu, Purwakusuma
dc.contributor.authorSiregar, M. Mukmin Romadoni
dc.date.accessioned2019-12-20T05:49:00Z
dc.date.available2019-12-20T05:49:00Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100261
dc.description.abstractHutan memiliki fungsi hidrologi dalam mengatur tata air tanah, mengurangi limpasan permukaan, erosi, dan banjir. Serasah yang berasal dari vegetasi hutan dapat memperbaiki sifat-sifat tanah serta meningkatkan kemampuan tanah dalam melalukan air. Berbeda dengan hutan alami, pada kawasan hutan wisata, serasah seperti daun, ranting, dan batang pohon disingkirkan karena akan mengurangi estetika serta kenyamanan pengunjung. Hal ini dapat berakibat pada penurunan nilai hantaran hidrolik dan infiltrasi tanah. Penelitian dilakukan untuk mengkaji nilai hantaran hidrolik dan infiltrasi tanah di kawasan Hutan Penelitian Dramaga pada dua kondisi hutan yang berbeda, yaitu kondisi hutan alami dan hutan wisata Situ Gede. Hutan alami terdiri dari hutan dengan kerapatan tajuk rapat, hutan dengan kerapatan tajuk sedang, dan hutan dengan kerapatan tajuk jarang. Parameter utama yang diukur adalah laju hantaran hidrolik jenuh, laju infiltrasi minimum, dan sifat fisik tanah yang berpengaruh. Nilai hantaran hidrolik jenuh dan infiltrasi minimum tanah semakin rendah seiring dengan semakin rendahnya kerapatan tajuk tanaman. Pada kasus hutan wisata Situ Gede, walaupun kerapatan tajuknya cukup tinggi, nilai hantaran hidrolik dan infiltrasi minimum tanahnya lebih rendah dibandingkan dengan lahan hutan alami. Lebih kecilnya nilai hantaran hidrolik jenuh dan infiltrasi tanah pada hutan wisata Situ Gede, disebabkan karena proses pemadatan akibat aktivitas manusia yang berkunjung ke kawasan tersebut. Selain itu, disingkirkannya serasah yang terdapat pada permukaan tanah hutan wisata Situ Gede juga menjadi faktor kecilnya kapasitas hantaran hidrolik dan infiltrasi tanah. Secara umum semakin tinggi jumlah pori drainase, rendahnya bobot isi, tingginya porositas total, tingginya kandungan bahan organik, dan semakin tingginya stabilitas agregat pada tanah, maka kapasitas hantaran hidrolik jenuh dan kapasitas infiltrasi minimum tanah semakin meningkat.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcInfiltrationid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleHantaran Hidrolik dan Infiltrasi Tanah pada Hutan Penelitian Dramaga, Bogorid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordhantaran hidrolik tanahid
dc.subject.keywordhutanid
dc.subject.keywordinfiltrasiid
dc.subject.keywordpemadatanid
dc.subject.keywordsifat fisik tanahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record