Show simple item record

dc.contributor.advisorDadang
dc.contributor.advisorRatna, Endang Sri
dc.contributor.authorNurhidayat, Mochamad
dc.date.accessioned2019-12-12T02:13:13Z
dc.date.available2019-12-12T02:13:13Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100212
dc.description.abstractWereng batang cokelat (WBC) atau Nilaparvata lugens Stål merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi di banyak negara termasuk Indonesia. WBC memiliki siklus hidup yang pendek, mobilitas dan fekunditas tinggi serta perkembangan strategi-r sehingga mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungannya. Serangan WBC dapat menyebabkan 70% kehilangan hasil atau hopperburn jika tidak dikendalikan dengan benar. Insektisida banyak digunakan oleh petani secara intensif untuk mengendalikan WBC sehingga dapat menimbulkan resistensi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang tingkat resistensi WBC dari limam lokasi terhadap tiga kelompok insektisida (Karawang I, Karawang II, Pemalang, Indramayu, Cilacap) dan mempelajari kebugaran relatif WBC setelah dipapar insektisida selama tiga generasi dengan menggunakan tiga bahan aktif yang mewakili tiga golongan insektisida. Populasi WBC yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas populasi lapangan dan populasi laboratorium. Insektisida uji yang digunakan pada penelitian ini meliputi insektisida berbahan aktif pimetrozin (triazin), buprofezin (tiadiazin) dan imidakloprid (neonikotinoid). Sepuluh petani diwawancara untuk mendapatkan informasi insektisida yang digunakan untuk mengendalikan WBC dalam 2 sampai 5 tahun terakhir. Metode pengujian yang digunakan yaitu metode perlakuan pakan (residu pada tanaman) yang sesuai dengan metode nomor 005 dari IRAC (www.irac-online.org). Konsentrasi yang digunakan untuk pengujian sebanyak enam tingkat konsentrasi yang berbeda dari insektisida uji yang diharapkan mengakibatkan kematian serangga uji 0<X<100%. Konsentrasi yang digunakan merupakan hasil uji pendahuluan. Konsentrasi insektisida uji dibuat dengan mengencerkan formulasi insektisida uji pada volume tertentu dengan pengencer air ditambah non ionic wetter dengan konsentrasi 0.03%. Bibit padi berumur 2-4 minggu setelah semai sebanyak 15-20 batang dimasukkan ke dalam gelas plastik berdiameter 7 cm dan tinggi 7.3 cm. Media agar dimasak sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan dituang ke dalam gelas setelah suhu agar sekitar 37oC. Setelah agar membeku, gelas kemudian dibalik dan dicelupkan sampai seluruh tanaman terendam ke dalam masing-masing sediaan insektisida uji yang telah disiapkan selama 10 detik. Gelas kemudian diangkat dan dikeringanginkan selama 10-15 menit, selanjutnya tanaman padi disungkup dengan kurungan plastik (diameter 7 x tinggi 25 cm). Sebanyak 10 nimfa instar 5 diinfestasi ke dalam kurungan plastik untuk pengujian pimetrozin, sedangkan 10 nimfa instar 3 digunakan untuk pengujian insektisida buprofezin dan imidakloprid. Hubungan antara konsentrasi insektisida dengan tingkat kematian larva serangga uji pada waktu-waktu pengamatan tersebut dengan menggunakan analisis probit. Dari analisis probit data tingkat kematian yang diperoleh dalam pengujian tersebut dapat ditentukan LC50 masing-masing insektisida uji. Sebagai tolok ukur resistensi, digunakan iii nisbah resistensi (NR) yang dihitung dengan membandingkan LC50 populasi lapangan dengan LC50 populasi standar. Populasi serangga yang berasal dari lapangan dinyatakan telah resisten jika memiliki NR ≥ 4 dan dinyatakan terjadi indikasi resistensi jika NR ≥ 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua WBC belum resisten terhadap insektisida pimetrozin, imidakloprid dan buprofezin (NR <4). Populasi WBC dari lima lokasi menunjukkan adanya indikasi resisten terhadap pimetrozin (1.02-2.60) dan imidakloprid (1.08-1.81). Indikasi resisten terhadap buprofezin terjadi pada populasi WBC dari Karawang I, Karawang II dan Pemalang (NR 1.06; 1.93; 1.13) tetapi populasi WBC dari Indramayu dan Cilacap masih rentan (NR 0.78 dan 0.95). Pemaparan tiga jenis insektisida terhadap WBC populasi standar dilakukan sebanyak tiga kali pada tiga generasi pada konsentrasi LC50 dan LC75 menunjukkan terjadinya pergeseran nisbah resistensi namun belum terjadi resistensi. Pemaparan tiga jenis insektisida pada tiga generasi tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap fekunditas namun fertilitas menjadi lebih rendah. Siklus hidup jantan pada perlakuan imidakloprid dan pimetrozin lebih singkat (LC50) dibandingkan kontrol, sedangkan perlakuan buprofezin tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap siklus hidup jantan dan betina.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEntomologyid
dc.subject.ddcBrown planthopperid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcKarawang-Jawa Baratid
dc.titleTingkat Resistensi Relatif dan Kebugaran Wereng Batang Cokelat, Nilaparvata lugens Stål, dari Lima Lokasi Endemis terhadap Tiga Golongan Insektisidaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbuprofezinid
dc.subject.keywordimidaklopridid
dc.subject.keywordpimetrozinid
dc.subject.keywordrasio resistenid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record