Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorWijayati, Prasmita Dian
dc.date.accessioned2019-11-22T02:29:54Z
dc.date.available2019-11-22T02:29:54Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100105
dc.description.abstractPangan menjadi salah satu isu yang sangat krusial untuk dibahas oleh setiap negara. Pada umumnya pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan yang paling mudah adalah pemenuhan kebutuhan akan energi yang dapat dengan mudah diperoleh dari pangan sumber karbohidrat. Ketersediaan pangan sumber karbohidrat, utamanya beras, telah menjadi perhatian utama pemerintah sejak dulu hingga sekarang. Pemerintah mencanangkan program diversifikasi pangan yang mengarah pada nonberas dan nonterigu dengan tujuan meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat agar lebih beragam, bergizi, serta seimbang dan aman. Selain itu, tujuan pemerintah adalah dapat menurunkan tingkat konsumsi beras karena selama ini masyarakat Indonesia telah membudayakan beras sebagai pangan sumber karbohidrat. Sehubungan dengan program pemerintah tersebut maka diperlukan informasi mengenai preferensi masyarakat Indonesia terhadap pangan sumber karbohidrat. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis konsumsi pangan sumber karbohidrat dalam rumah tangga di Indonesia, (2) menduga faktor-faktor apa yang memengaruhi permintaan komoditas pangan sumber karbohidrat, dan (3) menganalisis pengaruh perubahan harga dan pendapatan pada pemilihan pangan sumber karbohidrat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) Maret 2017 yang dilakukan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) secara nasional. Responden Susenas 2017 mencakup 297 276 rumah tangga dari 34 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan untuk menganalisis tujuan pertama adalah dengan menggunakan deskriptif dan untuk mencapai tujuan kedua dan ketiga digunakan metode AIDS (Almost Ideal Demand System). Komoditas pangan sumber karbohidrat dibagi menjadi enam kelompok, yaitu beras, tepung terigu, padi-padian, umbi, roti, dan makanan jadi yang dikaji dengan variabel sosial ekonomi seperti jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, umur kepala keluarga, gender kepala keluarga, dan status istri bekerja. Berdasarkan analisis deskriptif beras masih menjadi sumber karbohidrat yang paling diminati untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Berdasarkan analisis dengan metode AIDS, faktor yang memengaruhi konsumsi pangan sumber karbohidrat antara lain adalah harga, pendapatan/pengeluaran, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan, umur kepala keluarga, dan gender kepala keluarga. Perubahan harga pada beras tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan karena sifatnya yang inelastis. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa beras masih menjadi komoditas sumber karbohidrat yang belum dapat disubstitusi oleh pangan sumber karbohidrat yang lainnya. Saat terjadi kenaikan pendapatan, konsumsi pangan akan bergeser pada roti dan makanan jadi sehingga pemerintah perlu mewaspadai lonjakan impor terigu seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgribusinessid
dc.subject.ddcDemand Elasticityid
dc.subject.ddc2017id
dc.subject.ddcIndonesiaid
dc.titlePermintaan Pangan Sumber Karbohidrat di Indonesiaid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAIDSid
dc.subject.keywordelastisitas permintaanid
dc.subject.keywordpangan karbohidratid
dc.subject.keywordkonsumsi panganid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record