Melacak Kekerabatan Brucella melitensis yang Diisolasi dari Rumah Potong Hewan Ruminansia Kecil di Kabupaten Bogor.
| dc.contributor.advisor | Pasaribu, Fachriyan Hasmi | |
| dc.contributor.advisor | Pribadi, Eko Sugeng | |
| dc.contributor.author | Widyasari, Difa | |
| dc.date.accessioned | 2019-11-20T07:24:55Z | |
| dc.date.available | 2019-11-20T07:24:55Z | |
| dc.date.issued | 2019 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100025 | |
| dc.description.abstract | Brusellosis merupakan penyakit zoonotik yang telah menyebar ke seluruh dunia dan memiliki dampak penting baik untuk kesehatan manusia maupun hewan. Empat spesies dari Brucella yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan adalah Brucella abortus, B. suis, B. melitensis dan B. canis dengan B. melitensis sebagai spesies yang paling patogen. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian keuangan pada peternakan karena keguguran janin (abortus) dan gangguan kesuburan pada ternak betina dan sumber penularan jika ternak jantan sudah terinfeksi. Penelitian ini menggunakan 46 contoh pemeriksaan dari Rumah Potong Hewan ruminansia kecil Pemerintah Kabupaten Bogor di daerah Citaringgul Sentul. Tiga puluh dua contoh limpa telah diperiksa sebelumnya dan telah menunjukkan hasil positif ketika diuji dengan teknik CFT dan PCR, namun belum dilakukan sekuensing. Empat belas contoh serum dan limpa diperiksa dengan teknik yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan genetik Brucella sp. menggunakan teknik PCR dengan primer pendek khusus untuk B. melitensis, yaitu primer Mar dan primer EFQ1. Teknik pengklonaan telah diterapkan sebelumnya pada lima contoh yang positif PCR dengan primer Mar yang dilanjutkan dengan sekuensing. Pohon filogenik semua Contoh PCR menggunakan primer Mar memberikan hasil homologi yang lebih dekat terhadap B. abortus galur 33295 dengan No. Aksesi CP023214.1. yang berasal dari Contoh Kerbau dari Italia. Contoh Nomor 97 pada penelitian sebelumnya tidak memiliki perbedaan nukleotida dengan Contoh Nomor 13 pada Contoh tambahan. Hasil pemeriksaan PCR menggunakan primer EFQ1 diperoleh negatif B. melitensis. Perbedaan hasil PCR pada contoh uji sebelumnya disebabkan oleh perbedaan master mixperangkat uji master mix dan primer yang digunakan. Perbedaan master mix yang digunakan dapat menyebabkan perbedaan kepekaan yang didapatkan dari hasil pengujian. Penggunaan primer yang berbeda juga dapat menyebabkan perbedaan hasil karena setiap primer dapat menguatkan sekuen yang berbeda.. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Medical Microbiology | id |
| dc.subject.ddc | Animal Health | id |
| dc.subject.ddc | 2019 | id |
| dc.subject.ddc | Bogor, Jawa Barat | id |
| dc.title | Melacak Kekerabatan Brucella melitensis yang Diisolasi dari Rumah Potong Hewan Ruminansia Kecil di Kabupaten Bogor. | id |
| dc.type | Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Brucella melitensis | id |
| dc.subject.keyword | kekerabatan | id |
| dc.subject.keyword | pengklonaan | id |
| dc.subject.keyword | primer pendek | id |
| dc.subject.keyword | sekuensing | id |
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
MT - Veterinary Science [980]

