Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, M. Lukman
dc.contributor.advisorSaptono, Teguh Imam
dc.contributor.authorSwastiratu, Cindy
dc.date.accessioned2019-11-20T05:53:43Z
dc.date.available2019-11-20T05:53:43Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/100018
dc.description.abstractSeiring berkembangnya teknologi informasi yang didukung tingkat penetrasi internet yang pesat, muncul beberapa layanan jasa keuangan digital yang mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi dan memperoleh pembiayaan. Layanan digital keuangan ini disebut financial technology yang kemudian disingkat menjadi fintech. Kehadiran fintech sering dikaitkan dengan sektor perbankan. Perbankan dan fintech ini memiliki kelemahan dan kelebihan yang saling melengkapi dan sangat mungkin berkolaborasi dalam meningkatkan kemajuan ekonomi bangsa. Hal tersebut menjadi peluang bagi perbankan syariah dan penggunaan fintech. Peluang itu didukung dengan produk-produk bank syariah yang dapat memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Dari permasalahan pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah, produk pembiayaan produk yang memiliki karakteristik fokus perbankan syariah terhadap eksistensi di pasar nasional maupun internasional. Berbagai perkembangan pelaku industri fintech, pengakuan regulator, dan potensi masyarakat yang masih luas terhadap akses keuangan, memungkinkan adanya suatu strategi yang menghubungkan antara perbankan syariah dan fintech. Metode yang dipakai terdiri atas analisis faktor strategis lingkungan eksternal dengan kerangka Politic, Economy, Social, Technology, Legal, Environment (PESTLE) dan internal dengan kerangka fungsional (pemasaran, penjualan, operasi, keuangan, SDM), analisis External Factors Evaluation (EFE), analisis Internal Factors Evaluation (IFE), analisis Internal External (IE), analisis matriks SWOT, dan analisis ANP. Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor strategis eksternal perbankan dan fintech syariah meliputi 5 peluang dan 5 ancaman. Adapun faktor-faktor strategis internal perbankan syariah meliputi 6 kekuatan dan 4 kelemahan. Pada penelitian ini perbankan dan fintech syariah mendapatkan nilai EFE 3.11 dan nilai IFE 3.00. Posisi perbankan dan fintech syariah pada matriks IE adalah kuadran I yang berarti grow and build dengan pilihan strategi intensif dan integratif. Hasil analisis SWOT memberikan beberapa strategi yang bisa dijalankan yaitu berupa 2 strategi SO, 2 strategi ST, 3 srategi WO, dan 1 strategi WT. Pilihan strategi tersebut kemudian ditentukan prioritas dari masing-masing strategi serta alternatif strategi yang akan digunakan untuk kolaborasi perbankan dan fintech syariah. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi isu strategik antara perbankan dan fintech syariah, 2) Menganalisis formulasi strategi yang tepat untuk integrasi perbankan dan fintech syariah, 3) Merumuskan model kolaborasi yang tepat untuk integrasi perbankan dan fintech syariah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcBusiness managementid
dc.subject.ddcBankingid
dc.subject.ddc2019id
dc.subject.ddcJakartaid
dc.titleModel Kolaborasi antara Perbankan Syariah dengan Financial Technology (Fintech) Syariahid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordEFEid
dc.subject.keywordfintechid
dc.subject.keywordIFEid
dc.subject.keywordperbankanid
dc.subject.keywordSWOTid
dc.subject.keywordsyariahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record