Karakteristik Profil Sensori Teh Hijau Asal Indonesia, Thailand, dan Cina Menggunakan Panel Terlatih dan Panel Konsumen
View/ Open
Date
2018Author
Ramadhani, Amalia Shabrina
Adawiyah, Dede R
Hunaefi, Dase
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian mengenai karakterisasi profil sensori teh hijau di Indonesia maupun di
luar Indonesia belum pernah dilakukan dengan menggunakan panel terlatih dan panel
konsumen. Sampel teh hijau yang digunakan sejumlah 11 sampel teh hijau yang berasal
dari Indonesia, Thailand, dan Cina. Sampel teh hijau Thailand yang digunakan adalah
Royal Project, Am Nuay, Mae Kah, dan Wawee Nature Group. Sampel teh hijau Cina yang
digunakan adalah Wang Pud Tan, Suwiroon, dan Wavee Tea. Sampel teh hijau Indonesia
yang digunakan adalah Kepala Djenggot, Tong Tji, Teh Gunung Mas kualitas 1, dan Teh
Gunung Mas kualitas 2. Metode yang digunakan adalah metode QDA (Quantitative
Descriptive Analysis) dengan panelis terlatih dan CATA (Check-All-That-Apply) dengan
panelis konsumen. Data diolah dengan perangkat lunak XLSTAT. Hasil analisis
menunjukkan pola umum atribut dominan teh hijau adalah rasa pahit, aftertaste sepat,
flavor green, flavor fermented, dan aroma dry. Atribut aroma floral dan flavor floral
memengaruhi kesukaan panelis. Atribut must have pada teh hijau adalah aroma floral.
Tidak ditemukan atribut nice to have pada penelitian ini. Atribut must not have pada teh
hijau dari penelitian ini adalah aroma burned, flavor burned, dan aroma dry. Metode QDA
hanya menghasilkan karakterisasi (ciri-ciri) profil sensori teh hijau yang diuji, sedangkan
metode CATA dapat diperoleh informasi atribut ideal dan atribut kesukaan menurut
konsumen.
