View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis energi pada proses pembuatan minyak nyamplung

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.629Mb)
      Cover (315.1Kb)
      Abstract (325.1Kb)
      BAB I (359.0Kb)
      BAB II (390.3Kb)
      BAB III (491.8Kb)
      BAB IV (886.7Kb)
      Kesimpulan (317.2Kb)
      Daftar Pustaka (323.7Kb)
      Lampiran (1007.Kb)
      Date
      2011
      Author
      Kraftiadi, Suhartono
      Purwanto, Y. Aris
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Energi merupakan sumber kebutuhan vital bagi masyarakat. Kondisi empiris menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih tergantung pada sumber energi yang berasal dari fosil seperti minyak dan gas. Penggunaan bahan bakar fosil saat ini mulai dikaji ulang karena ketersediaannya mulai menipis dan butuh waktu yang relatif lama untuk terbentuk kembali. Sementara itu konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada sektor transportasi untuk jenis gasoline oktan 88 (premium atau bensin), gasoline oktan 92 (pertamax), dan biodiesel 5% (biosolar) juga meningkat tiap tahunnya. Salah satu alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil adalah biofuel yang berasal dari sumberdaya hayati yang bisa diperbarui berupa minyak nabati dan hewani. Salah satu sumber minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan bakar adalah Nyamplung (Calophyllum inophyllum). Kelebihan Nyamplung sebagai bahan bahan baku biofuel adalah menghasilkan rendemen yang cukup tinggi, mencapai 72%, tersebar merata secara alami di Indonesia dan memiliki daya bertahan hidup yang tinggi, produktivitasnya tinggi hingga 20 ton/ ha sedangkan jarak pagar 5 ton/ha, berbuah sepanjang tahun, sebagai wind breaker yang melindungi tanaman pertanian agar tidak rebah terkena angin besar, dan tidak berkompetisi dengan kebutuhan pangan. Biji nyamplung mengandung minyak 40-72%; air 25-35%; dan abu 1.1-1.3%. Minyak kasar mengandung asam resin 9.7-15% yang menyebabkan minyak berwarna hijau, rasanya pahit, dan beracun. Berdasarkan jumlah tegakan pohon nyamplung yang ada di Indonesia, potensi minyak nyamplung yang dihasilkan sebesar 39,405.6 ton/ tahun atau 43,784,000 kl/tahun
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/47491
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4356]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository