Pengarh Aktivitas Ekstrak Tanaman Cincau Hijau (Cyclea barbata L. Miers) terhadap Proliferasi Sel Limfosit Darah Tepi Manusia secara In Vitro
Abstract
Cincau hijau (Cyclen bnrbatn L. Miers) merupakan suatu tanaman yang termasuk dalam daftar plasma nutfah dan merupakan tanaman obat yang menjadi koleksi di kebun percobaan Balitro (Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat). Secara tradisional, tanaman ini digunakan sebagai obat penurun panas (antipiretic), obat radang lambung, rasa mual, dan penurun tekanan darah tinggi. Berdasarkan beberapa hasil penelitian terdahulu diketahui bahwa ekstrak alkaloid yaitu bisbe~~zylisoquinolindea ri akar cincau hijau mempunyai aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara in vilro komponen imunostimulan dari ekstrak cincau hijzu khususnya terhadap proliferasi sel limfosit. Selain itu, ingin diketahui pula dosis konsumsi efektif dari tanaman cincau hijau yang potcnsial untuk menstimulasi proliferasi sel limfosit manusia sebagai unit dasar respon imun spesifik. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap penelitian. Tahap pertama yaitu ekstraksi menggunakan air, hexan dan etanol dari bagian tanaman cincau hijau meliputi akar, batang dan daun sehingga dihasilkan 9 macam ekstrak yaitu ekstrak air daun (Aid), air batang (Aib), air akar (Aia), etanol daun (Etd), etanol batang (Etb) dan etanol akar (Eta). Ekstrak tersebut kemudian dibagi menjadi 5 taraf konsentrasi (C1, C2, Cj, Cd dan Cs) dengan C2 sebagai konsentrasi yang mendekati dosis konsumsi perhari. C2 dihitung berdasarkan kemungkinan ekstrak cincau hijau yang terdistribusi dalam 6 liter darah manusia, sedangkan 4 taraf konsentrasi lainnya adalah C1 (1/2xC2), C3 (2xC2), C4 (4xC2) dan C5 (8xC2) Terhadap ke-9 ekstrak tersebut dilakukan analisis proksimat meliputi kadar air, kadar protein, total fen01 dan kadar alkaloid.

