Pengaruh Pemanasan terhadap Aktivitas Antimikroba Bumbu Rawon Tumis pada Bacillus cereus dan Staphylococus aureus
Abstract
Penelitian tentang antibakteri bumbu rawon saat ini baru sampai pada tahap bumbu segar, sementara bumbu rawon banyak dijumpai dipasaran sebagai bumbu matang dan aplikasinya di tingkat rumah tangga maupun industri jasa boga diolah dengan panas. Oleh karena it11 perlu diketaliui daya antibakteri dari bumbu yang telah dipanaskan dalam sistem pangan, terutama terhadap bakteri yang sering menyebabkan keracunan produk olahan seperti Bncill?ls cerelrs dan Staphylococcus mrreirs. Penelitian ini bertujuan me~npelajari pengaruh pemanasan yaitu penutnisan (80°C,15 menit) dan pemanasan 100°C selama 10 dan 20 menit serta pemanasan dengan otoklaf 121°C selarna 20 menit terhadap daya antimikroba bumbu rawon dalam sistem pangan ekstrak dagi~ig pada bakteri patogen B. cerezls dan S. n~~reiiAs.n alisis yang dilakukan pada penelitian itii meliputi pengukuran pH, kadar air, jumlah mikroba awal dengan metode cawan, dan aktivitas antibakteri bumbu rawon dalam sistem pangan ekstrak daging dengan metode kontak.

