Desain Proses Produksi Pasta Cabai melalui Fermentasi Spontan di CV Samara Micron Saleronell
Date
2025Author
JAYADINATA, SADDAM
Sunarti, Titi Candra
Anggraeni, Elisa
Metadata
Show full item recordAbstract
CV. Samara Micron Saleronell tengah mendapat permintaan produk pasta
cabai fermentasi untuk pasar ekspor negara Timur Tengah. Saat ini produk yang
dimiliki perusahaan belum memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan,
khususnya dalam aspek fisikokimia dan mikrobiologi, seperti nilai pH yang belum
optimal, tingginya Total Plate Count (TPC), serta adanya kontaminasi jamur.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain proses pasta cabai yang memenuhi
standar mutu ekspor melalui pendekatan desain keteknikan. Proses pengembangan
dilakukan dalam empat tahap iterasi, mencakup menentukan konsentrasi garam,
peningkatan sanitasi bahan dan alat, serta penetapan waktu fermentasi. Hasil terbaik
diperoleh pada fermentasi spontan dengan pembatasan aerasi selama 4 minggu pada
suhu 25-30°C dengan konsentrasi garam 6%, pencucian cabai menggunakan
detergen khusus buah dan sayur, pemanasan larutan garam, sterilisasi stoples
fermentasi, serta penambahan cuka 2% dan garam kering 6% setelah fermentasi.
Produk akhir menunjukkan nilai pH 3,35, TPC 5,9 × 10³ CFU/g, kapang dan khamir
sebesar 3,3 × 10¹ CFU/g, dan tidak terdeteksi E. coli, Salmonella. Temuan ini
menunjukkan bahwa rancangan desain proses yang dikembangkan mampu
menghasilkan produk yang sesuai standar mutu ekspor, serta dapat dijadikan dasar
untuk produksi dalam skala pilot atau industri. CV. Samara Micron Saleronell is currently receiving orders for fermented
chili paste products for export to Middle Eastern markets. The company's current
products do not meet the required quality standards, particularly in
physicochemical and microbiological aspects, such as suboptimal pH values, high
Total Plate Count (TPC), and fungal contamination. This study aims to design a
chili paste process that meets export quality standards through an engineering
design approach. The development process was conducted in four iterative stages,
including determining salt concentration, improving sanitation of materials and
equipment, and establishing fermentation time. The best results were obtained
through spontaneous fermentation with limited aeration for 4 weeks at 25-30°C
with 6% salt concentration, washing chilies using specialized fruit and vegetable
detergent, heating the salt solution, sterilizing fermentation jars, and adding 2%
vinegar and 6% dry salt after fermentation. The final product demonstrated a pH
value of 3.35, TPC of 5.9 × 10³ CFU/g, mold and yeast count of 3.3 × 10¹ CFU/g,
and no detection of E. coli or Salmonella. These findings indicate that the developed
process design is capable of producing products that comply with export quality
standards and can serve as a foundation for pilot-scale or industrial production.
