Pengaruh Pengolahan Natural Dan Honey Terhadap Karakteristik Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Dari Desa Sajang, Lombok Timur
Date
2025Author
Hadipurwati, Tria Meilani
Yasni, Sedarnawati
Herawati, Dian
Metadata
Show full item recordAbstract
Desa Sajang, Lombok Timur dikenal sebagai penghasil kopi Arabika yang
berkualitas dengan cita rasa yang khas. Kopi yang telah dipetik akan dilakukan
pengolahan selanjutnya yang disebut pascapanen. Pengolahan pascapanen yang
paling sering dilakukan adalah natural dan honey. Namun, kopi ini belum pernah
diuji karakteristiknya sehingga informasi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan natural dan honey terhadap
karakteristik biji kopi dan kopi sangrai Arabika dari Desa Sajang, Lombok Timur.
Karakteristik yang dianalisis, antara lain fisik meliputi warna menggunakan
Chromameter CR-300 Minolta, densitas kamba menggunakan gelas ukur 100 mL,
sedangkan karakteristik kimia meliputi derajat keasaman (pH) menggunakan pH
meter, kadar air menggunakan metode oven vakum, dan total gula menggunakan
metode Anthrone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan pascapanen
memengaruhi karakteristik fisik biji kopi dan kopi sangrai Arabika. Densitas kamba
tertinggi pada biji kopi natural sebesar 0,67 ± 0,003 g/mL. Warna dengan tingkat
kecerahan tertinggi pada biji kopi honey 71,77 ± 0,255, sedangkan tingkat
kemerahan dan kekuningan tertinggi pada kopi sangrai natural 13,77 ± 0,297 dan
28,69 ± 0,272. Sementara itu, karakteristik kimia, seperti derajat keasaman (pH)
tidak berpengaruh secara signifikan. Nilai pH biji kopi berkisar pH 5, sedangkan
nilai pH kopi sangrai berkisar pH 4. Pengolahan pascapanen memengaruhi kadar
air biji kopi dan kopi sangrai dengan kadar air tertinggi pada biji kopi natural 8,86
± 0,127 % b/b. Total gula tertinggi didapatkan pada kopi sangrai honey sebesar
0,59%.
