Evaluasi Proses Produksi Roti Burger dalam Rangka Mengurangi Defect Produk di PT Indo Primafood Abadi
Abstract
Roti burger Gaspol merupakan salah satu produk utama di PT Indo Primafood Abadi. Mutu produk menjadi indikator yang sangat penting bagi perusahaan supaya dapat bersaing di pasar. Untuk mempertahankan mutu produk roti yang sesuai dengan spesifikasi dan regulasi perusahaan, diperlukan sistem produksi yang terstandarisasi dengan baik. Mutu produk yang buruk dapat menyebabkan penurunan mutu produk dan profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis kerusakan yang terjadi beserta faktor penyebabnya dan mengevaluasi sistem proses produksi melalui audit internal perusahaan. Data kerusakan produk diperoleh melalui observasi lapang, pengumpulan data, dan analisis data menggunakan empat dari tujuh alat bantu pengendalian mutu yang terdiri dari: lembar periksa, stratifikasi, diagram pareto, dan diagram Ishikawa. Hasil pengamatan menunjukkan terdapat lima jenis kerusakan produk yaitu bantat (38%), terpotong (31%), pecah (28%), gosong (2%), dan tidak terjadi kerusakan lainnya pada produk. Fokus perbaikan kerusakan roti bantat dilakukan dengan penyempurnaan metode pengadukan adonan dan pembuatan SOP peletakan adonan, perawatan alat, serta penambahan operator pada proses panning dan proofing. Hasil uji coba menunjukkan terjadi pengurangan jumlah kerusakan produk sebesar 48,57%. Gaspol burger bread is one of the main products at PT Indo Primafood Abadi. Product quality is a crucial indicator for the company to compete in the market. To maintain the quality of bread products in accordance with the company's specifications and regulations, a well-standardized production system is required. Poor product quality can lead to decreased product quality and company profitability. This research aims to identify and analyze the types of damage that occur during the factors that cause it and evaluate the production process system through the company's internal audit. Data on product damage were obtained through field observations, data collection, and data analysis using four out of seven quality control tools consisting of check sheets, stratification, pareto diagrams, and Ishikawa diagrams. The results of the observations indicate five types of product damage: flattened (38%), sliced (31%), broken (28%), burnt (2%), and there is no other damage to the product. The focus on repairing damage to bantat bread was carried out by improving the dough mixing method and preparation of SOP for laying dough, equipment maintenance, and adding operators to the panning and proofing processes. The test results showed a reduction in product defects by 48.57%.
