Kandungan Komponen Bioaktif Beserta Aktivitas Antioksidan dan Penghambatan Enzim α-Glukosidase Kopi Arabika Seduhan Manual Populer Indonesia
View/ Open
Date
2024-08Author
Armawan, Mochamad Savin
Herawati, Dian
Yulianti
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia memiliki potensi kopi Arabika yang besar disertai dengan metode penyeduhan yang bervariatif, tak terkecuali metode penyeduhan manual. Seduhan-seduhan tersebut memiliki potensi fungsionalitas berdasarkan kandungan bioaktif yang terkandung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kandungan komponen bioaktif, mengevaluasi bioaktivitas, dan menentukan rekomendasi konsumsi harian seduhan kopi Arabika manual populer Indonesia. Seduhan kopi disiapkan dengan menggunakan tiga metode populer di Indonesia yaitu V60, Tubruk, dan cold brew. Kandungan bioaktif mencangkup kandungan asam klorogenat berupa caffeoylquinic acid (CQA) (3-CQA, 4-CQA, dan 5-CQA) dan senyawa alkaloid (trigonelin, teobromin, dan kafein). Bioaktivitas dievaluasi berdasarkan aktivitas antioksidan dengan menggunakan 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan ferric reducing antioxidant power (FRAP), juga dievaluasi berdasarkan aktivitas inhibisi enzim α-glukosidase. Analisis
menunjukkan metode penyeduhan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan asam klorogenat, trigonelin, kafein, dan bioaktivitas seduhan kopi. Metode penyeduhan dengan nilai tertinggi hingga terendah berturut-turut adalah V60, tubruk, dan cold brew. Penggunaan asal biji kopi yang berbeda menunjukkan perbedaan nyata dalam kandungan asam klorogenat, kafein, dan bioaktivitas seduhan kopi. Saran konsumsi harian dengan pertimbangan asupan maksimum kafein per hari adalah seduhan V60 3 cangkir/hari, tubruk 3-4 cangkir/hari, dan cold brew 5 cangkir/hari dengan volumetrik cangkir sebesar 150 mL.
