View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Stabilitas Yodium sebagai Fortifikan dalam Beras Ekstrusi selama Pengolahan dan Penyimpanan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.307Mb)
      Date
      2012
      Author
      Begum, Rafiqah Nusrat
      Kusnandar, Feri
      Palupi, Nurheni Sri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Yodium merupakan bahan mineral yang sangat esensial bagi tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan. Yodium tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga pemenuhannya diperoleh dari asupan makanan. Kekurangan yodium atau biasa disebut sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan satu-satunya penyebab retardasi mental dan kerusakan otak yang dapat dicegah. Pada tahun 2003, hasil survei nasional menyatakan bahwa Total Goitre Rate (TGR) pada anak sekolah masih berkisar 11.1%. TGR adalah angka prevalensi gondok yang dihitung berdasarkan semua stadium pembesaran kelenjar gondok, baik yang teraba (palpable) maupun yang terlihat (visible). Survei nasional juga menunjukkan bahwa 35.8% kabupaten di Indonesia termasuk ke dalam kategori endemik ringan, 13.1% endemik sedang, dan 8.2% endemik berat (BAPPENAS 2004). Salah satu strategi untuk mengatasi terjadinya kekurangan yodium adalah dengan fortifikasi yodium. Salah satu pangan pembawa fortifikan yodium yang potensial di Indonesia adalah beras sebagai makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun karena permintaan beras semakin meningkat, pemanfaatan beras menir menjadi beras ekstrusi dianggap memiliki potensi sebagai bahan pembawa fortifikan karena harganya yang relatif lebih murah dibandingkan harga beras utuh. Pemanfaatan beras menir juga masih terbatas. Pengolahan beras menir menjadi beras ekstrusi terfortifikasi diharapkan dapat meningkatkan nilai dari beras menir. Sebelum dilakukan fortifikasi ke dalam suatu produk, harus diketahui terlebih dahulu kelayakan produk tersebut sebagai bahan pembawa. Data mengenai stabilitas yodium yang difortifikasi ke dalam beras ekstrusi selama pengolahan dan penyimpanan masih belum banyak. Maka penelitian ini disusun dengan tujuan mengevaluasi stabilitas yodium selama pengolahan dan penyimpanan sehingga konsentrasi fortifikan yodium yang sebaiknya ditambahkan ke dalam beras ekstrusi dapat diketahui. Penelitian yang dilakukan meliputi empat tahap, yaitu tahap penentuan konsentrasi potasium yodat sebagai fortifikan, tahap pembuatan beras ekstrusi terfortifikasi dan penentuan karakteristiknya, tahap pengujian stabilitas potasium yodat pada beras ekstrusi terfortifikasi selama pengolahan, dan tahap pengujian stabilitas potasium yodat pada beras ekstrusi terfortifikasi selama penyimpanan. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149361
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository