View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh jenis kapang dan lama fermentasi terhadap mutu dan daya simpan tempe limbah jamur merang

      Thumbnail
      View/Open
      full text (3.218Mb)
      Date
      1990
      Author
      Hartanto, Rahmawati
      Winarno, F. G.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tempe adalah makanan khas Indonesia yang biasanya terbuat dari kedelai. Dalam upaya alih teknologi, diproduksi tempe limbah jamur merang yang bahan akan bakunya diperoleh dari limbah pengalengan jamur merang (peeled mushroom), yaitu kulit dan bonggolnya. Dalam mempersiapkan tempe limbah jamur merang, kulit dan bonggol harus dikukus dulu sebelum dipotong-potong, lalu dipres untuk menurunkan kadar airnya dan pH diturun- kan sampai kira-kira 4.5 dengan penambahan asam sitrat. Kemudian dikukus lagi, dan sebelum diinokulasi harus didinginkan terlebih dahulu. Dalam penelitian ini, digunakan kapang R. oligospo- rus, R. oryzae dan campuran kedua kapang tersebut dengan lama fermentasi yang berbeda-beda, yaitu 24, 30, 36, 42 dan 48 jam. Setelah itu produk disimpan pada suhu kamar dan refrigerator untuk mengetahui daya simpannya. Penga- matan jumlah bakteri dilakukan pada satu hari sebelum busuk, setelah disimpan pada suhu kamar, refrigerator dan freezer. Mutu organoleptik terbaik diperoleh dengan penamba- kapang R. oryzae yang difermentasi selama 36 jam. simpan terbaik juga diperoleh pada tempe R. oryzae han Mutu yang difermentasi 36 jam. Jumlah bakteri gram negatif dan positif tempe limbah jamur merang berkisar antara 104 dan 10 pada waktu satu hari sebelum busuk. Dengan meningkatnya lama fermentasi, terjadi pening- katan total padatan terlarut. Kadar air, kasar, lemak, total asam tertitrasi (instron), meningkat untuk lalu menurun fermentasi tertentu. abu, dan protein tekstur setelah lama Lama fermentasi memberi pengaruh yang nyata/sangat nyata pada semua pengamatan, sedangkan jenis kapang dan interaksi antar dua jenis perlakuan mempengaruhi kadar protein, lemak, total asam tertitrasi, tekstur (instron) dan pengamatan organoleptik terhadap kepadatan miselium. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148292
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository