View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Pelayuan Daging Sapi Terhadap Mutu Bakso

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (30.00Mb)
      Date
      1988
      Author
      Elviera, Ganef
      Soekarto, Soewarno T.
      Sunarlim, Roswita
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengamatan lapangan di pasar, warung, restoran, pasar swalayan, pedagang keliling dan penggiling adonan bakso di Kodya Bogor, yang mewakili produsen, pedagang dan konsumen, menunjukkan bahwa bakso mempunyai peranan penting dalam konsumsi daging di masyarakat, terutama golongan pelajar, maha- siswa, dan anak pra sekolah. Pada umumnya bakso yang beredar di pasaran dibuat dari daging sapi, dan dikonsumsi sebagai makanan jajanan atau selingan. Ditinjau dari segi bahan bakunya, bakso yang dipasarkan di Kodya Bogor dapat diklasifikasikan menjadi tiga golongan, yaitu bakso daging, bakso urat, dan bakso aci. Dari ketiga jenis bakso tersebut, yang paling banyak beredar di pasaran adalah bakso daging, sedangkan yang peling sedikit adalah bakso urat. Hasil analisa komposisi kimia bakso yang beredar di pasaran, menunjukkan bahwa kadar proteinnya cukup tinggi, berkisar antara 11-15 persen, dengan kadar karbohidrat bervariasi antara 5-14 persen, tergantung jumlah tepung yang ditambahkan. Sifat mutu bakso yang diinginkan konsumen adalah bentuk yang bulat, ukuran sedang (diameter 20-30 mm), rasa daging, warna coklat cerah, serta tekstur yang kompak dan kenyal. Daging yang tidak segar, baik dengan pelayuan beku (-5°C, 48 jam), dingin (5°C, 24 jam), maupun daging lama (20°C, 8 jam), menyebabkan penurunan rendemen dan mutu bakso. Bakso menjadi sukar menyatu (mudah pecah), memiliki tekstur lunak, serta permukaan yang kasar. Penambahan STPP sebanyak 0.75 persen ke dalam adonan bak- so daging layu dapat memperbaiki rendemen dan mutu, mendekati bakso daging segar (kurang lebih tiga jam setelah pemotongan hewan), bahkan dapat menghasilkan rendemen dan daya ikat air sedikit lebih tinggi, serta warna yang sedikit lebih cerah dan lebih disukai daripada bakso daging segar….
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146496
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository