View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Ketersediaan hayati B-karoten daun singkong(Monihot esculanta Crantz) rebus dan tumis pada hati dan plasma tikus(Rattus novergicus)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (4.073Mb)
      Date
      1993
      Author
      Djailani, Meinica
      Zakaria, Fransisca Rungkat
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perebusan dan penumisan terhadap kandungan B-karoten daun singkong (Monihot esculente Crantz), serta ketersediaan hayatinya pada hati dan plasma tikus (Rattus novergicus). Berdasarkan analisa dengan metoda HPLC, dengan kolom Vydac C-18 201 TP54 dan fase mobil Metanol Acetonitril: Kloroform (48.5:48.5:3), diperoleh kandungan B-karoten daun singkong segar yang berasal dari desa Aldo, kecamatan Cisarua, kabupaten Bogor yaitu sebesar 41.98 ug/g. Sedangkan pada daun singkong yang direbus selama 15 menit (100°C) yaitu sebesar 35.07 ug/g, dan pada daun singkong yang direbus 10 menit kemudian ditumis 3 menit (>100°C) yaitu sebesar 26.10 ug/g. Proses pemanasan ternyata akan menurunkan kandungan B-karoten daun singkong. Semakin tinggi suhu pemasakan, semakin banyak B-karoten yang hilang. Kehilangan B-karoten pada daun singkong rebus dan daun singkong tumis masing-masing sebesar 16.46% dan 37.83%. Tikus yang digunakan adalah tikus Wistar berumur 3-4 minggu. Terdapat 3 masa perlakuan yaitu masa adaptasi (10) hari), yang bertujuan untuk mengadaptasikan tikus dengan kondisi ruang pemeliharaannya dan diet yang diberikan; masa deplesi, yang bertujuan untuk menurunkan kandungan vitamin A di hati dan plasma tikus; dan masa replesi, yang bertujuan untuk melihat kemampuan B-karoten daun singkong rebus/tumis mengembalikan cadangan vitamin A di hati setelah tikus mengalami deplesi. Tikus ini dibagi menjadi 5 kelompok (n=4), yaitu kelompok kontrol standar, kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok daun singkong rebus, dan kelompok daun singkong tumis; dan satu kelompok lagi, terdiri dari beberapa ekor tikus, yang akan dikorbankan pada 0, 5, 10, 15 minggu masa deplesi untuk mengetahui kapan deplesi vitamin A tercapai. Pada masa adaptasi semua kelompok mendapat diet standar, sedangkan pada masa deplesi semua kelompok mendapat diet kurang vitamin A, kecuali kontrol standar tetap mendapat diet standar. Pada masa replesi, kontrol standar dan kontrol positif mendapat diet standar, kontrol negatif mendapat diet kurang vitamin A, kelompok daun singkong rebus/tumis mendapat diet kurang vitamin A dan daun singkong rebus/tumis. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142985
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository