View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh kadar air dan lama penyimpanan laru murni campuran Rhizopus oligosporus dengan Klebsiella pneumonae terhadap kadar vitamin B-12 tempe

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (10.00Mb)
      Date
      1994
      Author
      Sumiati, Mety
      Rahayu, Winiati Pudji
      Puraswisastra, Suryana
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tempe sebagai makanan fermentasi khas Indonesia mulai dikenal di lingkup internasional. Selain mengandung gizi yang tidak kalah dengan pangan hewani, tempe mengandung berbagai jenis vitamin, diantaranya vitamin B-12. Hal ini sangat unik karena umumnya vitamin B-12 hanya diproduksikan oleh pangan hewani. Vitamin B-12 pada tempe diproduksi antara lain oleh bakteri Klebsiella pneumoniae dari strain non patogenik yang dapat hidup bersama-sama dengan kapang Rhizopus oligosporus. Beberapa penelitian mengemukakan adanya bakteri tersebut akibat kontaminasi, dan pertumbuhannya tidak meng- ganggu pertumbuhan kapang R. oligosporus. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati stabilitas kualitas visual tempe yang dihasilkan dan kandungan vitamin B12 tempe akibat penyimpanan laru yang digunakan, yaitu laru murni campuran dari kapang R. oligosporus dan bakteri K. pneumoniae. Variabel yang digunakan adalah kadar air laru (10+ 0.5%, dan 15+ 0.5%) dengan rasio kuantitas spora kapang tempe (R. oligosporus) dengan sel bakteri K. pneumoniae 1:1. (jumlah koloni). Sebagai kontrol digunakan laru dari kapang tempe murni (R.oligosporus). Selama penyimpanan laru terjadi peningkatan kadar air laru pada semua perlakuan. Slope peningkatan pada laru dengan kadar air rendah lebih tinggi dibandingkan dengan kadar air tinggi. Kuantitas mikroba (viabilitas R. oligosporus, serta jumlah K. pneumoniae) selama penyimpanan laru mengalami penurunan. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142780
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository