Pengaruh intervensi vitamin C dan E dari sayuran dan buah-buahan terhadap proliferasi sel. Limfosit T. persentase CD3 dan sel.T subset CD3+CD4+ pada populasi buruh industri di Bogor
Abstract
Sebagian besar dari populasi ekonomi lemah di Indonesia memenuhi kebutuhan pangannya melalui makanan jajanan yang meliputi makanan yang baru disiapkan dan diawetkan. Pencemaran makanan jajanan dapat terjadi baik berupa mikroorganisme dan senyawa kimia, baik yang ditambahkan maupun karena pencemaran lingkungan. Keracunan bahan pencemar antara lain meliputi pembentukan senyawa radikal. Pembentukan senyawa radikal dapat merusak sel melalui oksidasi asam lemak tak jenuh (ALTJ) dan protein pada membran sel. Senyawa radikal yang terbentuk ini dapat merusak sistem imunitas melalui gangguan pada sel limfosit. Dalam keadaan normal, tubuh dapat menangkal aksi senyawa radikal dengan sistem antioksidan biologik baik sistem enzim maupun non enzim.
Berdasarkan penelitian Zakaria et al. (1996) didapatkan bahwa buruh industri memberikan respon imunologi yang paling rendah. Penelitian ini berkorelasi sangat nyata dengan konsumsi makanan jajanan tercemar. Pencemaran yang tinggi pada buruh industri mengakibatkan tingginya kadar MDA dan rendahnya zat gizi antioksidan plasma. Kadar antioksidan plasma yaitu retinol dan karoten berada pada kisaran normal sedangkan kadar vitamin C dan E berada di bawah normal, maka akan dilakukan intervensi zat gizi antioksidan yang mengandung vitamin C dan. E dari beberapa bahan makanan. ...
