Mempelajari penerapan HACCP dan daur ulang minyak goreng bekas penggorengan terung Jepang di CV Kem Farms Semarang
Abstract
Terung merupakan salah satu jenis komoditi yang cukup dapat diandalkan secara ekonomi. Komoditi ini sebagaimana produk hortikultura lainnya termasuk produk yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu cara untuk mengawetkan komoditi ini adalah dengan pembekuan. CV Kem Farms Semarang merupakan industri yang bergerak dibidang pengolahan terung goreng beku, dimana semua produknya diekspor ke Jepang.
Tujuan magang di CV Kem Farms Semarang adalah untuk mendapatkan pengalaman dan keterampilan langsung dalam pembuatan terung goreng beku, terutama dalam menangani masalah pengawasan mutu. Selain itu mempelajari aspek khusus mengenai daur ulang minyak jelantah dan penerapan HACCP.
Proses produksi pengolahan terung goreng beku terdiri atas beberapa tahap operasi yaitu: grading, pemotongan calyx, pencucian, pengeringan, penimbangan, perajangan, penggorengan, precooling, pembekuan, dan pengemasan. Pengawasan mutu terung goreng beku di CV Kem Farms Semarang terdiri atas pengawasan bahan baku dan bahan pembantu, pengawasan proses, dan pengawasan produk jadi.
Dalam merancang penerapan HACCP, selama magang dilakukan inspeksi proses pengolahan dan penyusunan aplikası HACCP untuk produk terung goreng beku sesuai dengan konsep HACCP. Dari hasil tersebut ditetapkan CCP dalam proses terung goreng beku yang merupakan tahap yang harus diperhatikan dan perlu mendapat penanganan yang serius untuk menghindari terjadinya kemungkinan resiko bahaya bagi kesehatan yaitu tahap penerimaan bahan baku, pencucian, penggorengan, precooling dan pembekuan, serta pengemasan.
