Mempelajari sifat-sifat fisik dan kimia tepung tape ubi kayu
View/ Open
Date
1998Author
Umaryadi, Muhamad Eko Wahyu
Ahza, Adil Basuki
Widowati, Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Tape ubi kayu dibuat melalui proses fermentasi selama 2-3 hari menggunakan ragi sebagai inokulumnya. Umur simpan tape segar hanya 2 hari. Penyimpanan tape segar pada suhu beku dan dingin dapat memperpanjang umur simpan selama 3 dan 4 minggu. Namun penerimaan konsumen tidak begitu baik Oleh karena itu, upaya lain memperpanjang umur simpan tape ialah dengan mengubahnya menjadi tepung sehingga lebih awet, memperluas pemasaran dan memudahkan pengaplikasiannya.
Penelitian ini bertujuan membuat tepung tape dengan penambahan sulfit dan tapioka serta menentukan sifat-sifat fisik dan kimia dari tepung tape sehingga memudahkan pengaplikasiannya. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa tape yang ditambah ragi sebanyak 0.2% (b/b umbi yang dikupas) memberikan citarasa tape yang disukai. Waktu pembekuan selama 48 jam pada suhu -35°C serta lama pengeringan selama 45.5 jam pada pengering beku menghasilkan tepung yang mudah digiling. Adapun tekanan 45-50 psia dengan kecepatan putar 17 rpm pada pengering drum dan suhu pengeringan 70°C selama 20 jam pada pengering oven memberikan hasil terbaik.
Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa nilai rendemen antara 31.28 38.29%. Proses pengeringan tape dengan pengering oven menghasilkan rendemen yang lebih besar daripada pengering drum sebab tingkat kehilangan bahan pada pengering drum lebih besar.
