Mempelajari pengaruh penambahan polietilen glikol dan lilin lebah terhadap karakteristik film edibel dari protein bungkil kedelai dan campuran CMC dan MC
Abstract
lempeng kaca pada volume tertentu dan dikeringkan dalam oven pada suhu 75°C selama 4-5 jam
Film edibel yang dihasilkan kemudian dianalisa secara fisik dan diaplikasikan pada produk mi instan. Adapun pengamatan fisik yang dilakukan meliputi ketebalan, kekuatan tarik, persen pemanjangan, laju transmisi uap air dan laju transmisi oksigen.
Dari hasil analisis diperoleh hasil bahwa film edibel yang dihasilkan memiliki nilai ketebalan berkisar antara 46.50 µm - 48.10 µm, kekuatan tarik berkisar antara 117.24 kgf/cm² 194.91 kgf/cm², persen pemanjangan berkisar antara 14.36% 29.10%, laju transmisi uap air berkisar antara 282.05 (g/m²/24 janı) - 324.36 (g/m²/24 jam) dan laju transmisi oksigen berkisar antara 1.99 (g/m²/24 jam) - 23.02 (g/m²/24 jam). -
Analisis lain yang dapat diperoleh yaitu peningkatan jumlah lilin lebah menyebabkan terjadinya peningkatan ketebalan, persen pemanjangan dan laju transmisi oksigen. Sebaliknya kekuatan tarik dan laju transmisi uap air mengalami penurunan. Peningkatan jumlah PEG menyebabkan terjadinya peningkatan persen pemanjangan, laju transmisi uap air dan laju transmisi oksigen. Sebaliknya ketebalan dan kekuatan tarik mengalami penurunan.
Aplikasi film edibel pada produk mie instan yaitu sebagai kemasan bumbu mi instan. Dari hasil penelitian film edibel memiliki kelarutan yang baik dalam air dengan waktu pecah berkisar antara 25-30 detik dan waktu hancur antara 3.5-4 menit. Secara keseluruhan, film edibel yang dihasilkan memiliki karakteristik sifat fisik dan kimia yang baik dan sangat potensial untuk diaplikasikan dalam produk mi instan sebagai pengemas bumbu mi instan tersebut.
