Mempelajari daya insektisida cabe Jawa (pipper retrofractum vahl.). jerangau (acorus calamus) dang bangle (zingiber caassunumar Roxb.) terhadap perkembangan serangga hama gudang sitophilus zeamais Motsch.
Abstract
Saat ini konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat utama sebagian besar penduduk Indonesia semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk yang juga terus meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan beras tersebut usaha yang dilakukan tidak saja dengan peningkatan produksi pertanian pada tahap pra panen tetapi juga peningkatan kualitas penangan pasca panen terutama tahap penyimpanan.
Serangga merupakan organisme penyebab kerusakan utama bahan pangan selama penyimpanan. Sitophilus zeamais Motsch. adalah salah satu serangga yang dapat menyebabkan kerusakan beras. Saat ini upaya pengendalian hama gudang terutama serangga umumnya dilakukan dengan menggunakan insektisida kimia. Penggunaan insektisida kimia mendapatkan banyak sorotan karena telah menimbulkan dampak negatif. Penggunaan insektisida nabati adalah salah satu alternatif untuk
menggantikan fungsi insektisida kimia dalam upaya mengurangi kerusakan beras akibat
serangga selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya insektisida bahan nabati cabe Jawa (Pipper retrofractum Vahl.), rimpang jerangau (Acorus calamus) dan rimpang bangle (Zingiber cassummar Roxb.) terhadap perkembangan serangga hama gudang Sitophilus zeamais.
Dalam penelitian ini tepung bahan nabati dicampurkan dengan tepung beras, gliserol, dan air suling untuk dibuat media oligidik. Konsentrasi tepung bahau nabati yang ditambahkan adalah 0,0 persen (b/b) sebagai kontrol, 0.5, 1.0, 1.5, 2.0 dan 2.5 persen (b/b). Pada media buatan diinfestasikan 10 ekor serangga Sitophilus zeamais Motsch. yang berumur 7-15 hari pada suhu ruang. Setelah 7 hari serangga tersebut dikeluarkan dan dibuang. Setelah itu inkubasi dilanjutkan selama 21 hari kemudian dilakukan pengamatan untuk menghitung jumlah serangga turunan pertama (F1) setiap hari sampai tidak ada lagi serangga yang keluar selama 5 hari berturut-turut.
Dari jumlah turunan pertama (F1) dapat dihitung parameter lain yaitu periode perkembangan (D), indeks perkembangan (ID), laju perkembangan intrinsik (Rm) dan kapasitas multiplikasi mingguan (2)
Hasil penelitian menunjukkan baliwa penambahan bahan nabati pada media buatan berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Bahan nabati yang dikaji daya insektisidanya mampu menghambat perkembangan populasi serangga Sitophilus zeamais. Penghambatan perkembangan populasi tersebut kemungkinan disebabkan
oleh daya tolak (repellent) dan daya mengurangi selera makan (anti feedant) yang dimiliki bahan nabati terhadap serangga. Secara umum dapat disimpulkan bahwa bahan nabati yang dikaji yaitu cabe
Jawa, jerangau dan bangle memiliki daya insektisida terhadap serangga hama gudang Sitophilus zeamais Motsch. Namun jika dibandingkan antara ketiga bahan nabati tersebut jerangau adalah bahan nabati yang sangat efektif dalam menghambat perkembangan serangga hama gudang Sitophilus zeamais Motsch.
