Pembentukan film edibel dari campuran CMC, MC, lilin lebah dan protein bungkil kedelai dengan polietilen glikol sebagai planticizer
Abstract
Plastik yang banyak digunakan sebagai bahan pengemas dapat menimbulkan masalah polusi lingkungan karena sifatnya yang tidak dapat didegradasi secara biologis. Oleh karena itu perlu dikembangkan film edibel sebagai alternatif dari pengemas plastik. Film edibel adalah suatu lapisan tipis dan kontinu, yang terbuat dari bahan yang dapat dimakan, dibentuk diatas komponen makanan atau diletakkan diantara komponen makanan yang berfungsi sebagai barrier terhadap transfer massa (misalnya oksigen, lipid) atau sebagai carrier bahan makanan dan aditif atau untuk meningkatkan penanganan makanan.
Pembuatan film edibel terdiri dari tiga tahap utama yaitu pembuatan susu bungkil, pembuatan film edibel dan pengeringan. Film edibel ini dibuat dari protein bungkil kedelai, campuran CMC dan MC, lilin lebah dan plasticizer PEG. Penambahan lilin lebah adalah untuk meningkatkan barrier uap air dari film berbasis polisakarida dan protein, sedangkan penambahan plasticizer adalah untuk mengatasi sifat rapuh film.
Dari segi penampakan semakin tinggi jumlah lilin lebah maka film akan semakin kurang transparan. Film yang dihasilkan mempunyai ketebalan antara 42.80-46.70 µm, kuat tarik 115.86-175.54 kgf/cm² persen pemanjangan antara 17.87-38.10%, permeabilitas oksigen antara 1.62-7.03 cc/m²/24 jam dan permeabilitas uap air antura 193.66-329.25 g/m²/24 jam.
Dengan peningkatan konsentrasi PEG maka kuat tarik akan menurun, sedangkan permeabilitas uap air, permeabilitas oksigen, persen elongasi dan ketebalan akan meningkat. Dengan peningkatan konsentrasi lilin lebah akan menurunkan kuat tarik, permeabilitas uap air, permeabilitas oksigen, dan meningkatkan ketebalan, persen pemanjangan.
Film edibel yang dihasilkan cukup baik untuk diaplikasikan sebagai pembungkus bumbu mie instant akan tetapi film edibel tidak dapat larut sempurna dalam air dingin.
Waktu yang dibutuhkan sampai film mengeluarkan bumbu 20-40 detik sedangkan kelarutan dalam air dingin membutuhkan waktu 3-4 menit.
