Mempelajari sifat antimikroba biji picung (Pangium edule Reinw.) segar dan terfermentasi terhadap bakteri patogen dan perusak makanan
View/ Open
Date
2000Author
Kristikasari, Esti
Nuraida, Lilis
Andarwulan, Nuri
Metadata
Show full item recordAbstract
Penambahan bahan pengawet pada makanan merupakan salah satu cara yang. dapat digunakan agar makanan tidak cepat rusak dan dapat disimpan lebih lama. Bahan alami yang telah banyak dimanfaatkan dan diketahui mempunyai komponen antimikroba adalah biji picung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari aktivitas antimikroba ekstrak biji picung segar, rebus dan terfermentasi 10, 20, 30 dan 40 hari terhadap bakteri patogen dan perusak makanan serta mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak polar dan non polar.
Penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak biji picung terhadap bakteri uji dengan metode difusi agar, sehingga dapat dipilih jenis sampel dengan ekstrak yang paling aktif. Pada tahap kedua, dilakukan ekstraksi terhadap biji picung terpilih menggunakan etanol (ekstrak polar) dan petroleum eter (ekstrak nonpolar). Tahap ketiga dilakukan pengujian ekstrak polar terhadap spora B. cereus dan speroplas S. typhimurium, pengukuran MIC dan pengujian pengaruh penambahan EDTA terhadap aktivitas antimikroba ekstrak polar pada S. typhimurium.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sampel yang mempunyai aktivitas antimikroba tertinggi yaitu biji picung segar. Untuk bakteri uji Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella typhimurium, Pseudomonas fluorescens dan Bacillus cereus masing-masing mempunyai zona penghambatan sebesar 7,0 ± 3,0, 9,0 ±0,5, 5,3±0,8, 7,5 ± 2,5 dan 3,0±0,5 mm. ...
