Pengaruh jenis kedelai dan waktu fermentasi terhadap mutu produk keripik tempe
Abstract
Tempe merupakan makanan yang populer di Indonesia. Kandungan protein yang tinggi, dan harganya yang murah menjadikan tempe sebagai bahan makanan yang sering dipilih konsumen. Pada umumnya tempe hanya tahan disimpan selama 1 sampai 2 hari pada suhu kamar, artinya tempe mempunyai sifat mudah rusak (perishable), sehingga perlu suatu cara untuk dapat memperpanjang daya simpan tempe. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam penelitian ini tempe dibuat menjadi produk keripik tempe dengan cara pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh jenis kedelai dan waktu fermentasi terhadap mutu produk keripik tempe.
Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pendahuluan dan tahap lanjutan. Penelitian pendahuluan dilakukan untuk memilih cara pembuatan tempe terbaik dan pada penelitian lanjutan dilakukan pembuatan produk keripik tempe kemudian dilakukan uji organoleptik dan analisa mutu kimia dan fisik.
Dari hasil penelitian pendahuluan diperoleh bahwa cara pembuatan tempe yang terbaik adalah dengan menggunakan Metode II. Hasil penelitian lanjutan untuk uji organoleptik diperoleh bahwa faktor jenis kedelai, waktu fermentasi dan interaksi kedua faktor tersebut berpengaruh sangat nyata terhadap rasa produk keripik tempe dan tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan kerenyahan. Sedangkan pada penampakan dan aroma hanya faktor waktu fermentasi yang berpengaruh nyata.
Hasil analisa proksimat diperoleh bahwa jenis kedelai, waktu fermentasi dan interaksi kedua faktor berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, protein dan karbohidrat produk keripik tempe. Sedangkan untuk analisa untuk kadar abu dan lemak hanya dipengaruhi oleh jenis kedelai. Kadar air keripik tempe 3.61-5.55 (% bb), sedangkan kadar abu berkisar antara 2.00-2.36 (% bk). Kadar lemak berkisar antara 21.17-27.48 (% bk). Kadar protein produk keripik tempe berkisar antara 26.83-33.75 (% bk). Sedangkan kadar karbohidrat antara 37.12-40.60 (% bk). Berdasarkan analisa fisik produk keripik tempe, jenis kedelai, dan waktu fermentasi berpengaruh nyata terhadap kekerasan produk keripik tempe. Produk terbaik dengan kekerasan terendah 3.00 kg/mm/g produk).
Produk keripik tempe yang mempunyai rasa tidak getir dan renyah adalah produk A1B1. Keripik tempe ini mempunyai kadar air sebesar 4.35 (% bb), kadar abu sebesar 2.05 (% bk), kadar lemak sebesar 26.18 (% bk), kadar protein sebesar 26.83 (% bk), kadar karbohidrat 40.60 (% bk) dan tingkat kekerasan secara obyektif sebesar 3.00 (Kg/mm/g produk).
