Studi produksi protease Bacillus subtilis DB104 rekombinan R-1 dalam fermentasi terkontrol menggunakan media semi sintetik
View/ Open
Date
1999Author
Veronika, Siska
Suhartono, Maggy T.
Suwanto, Antonius
Metadata
Show full item recordAbstract
Bacillus subtilis DB104 rekombinan R-1 merupakan salah satu strain bakteri proteolitik hasil kloning gen protease B. pumilus Y1 ke dalam B. subtilis DB104, menggunakan plasmid vektor pUB110 dengan metode fusi protoplas (Koswara, 1999). B. pumilus Y1, sebagai donor gen protease, merupakan galur lokal dari Bacillus sp. yang diisolasi dari limbah cair tahu (LCT) oleh Suhartono et al. (1994). B. pumilus Y1 memproduksi protease ekstraseluler dengan BM sekitar 30 kD, pH optimum 8.0 dan suhu optimum 55°C. Sementara itu, protease B. subtilis DB104 rekombinan mempunyai BM sekitar 59.5 kD dan terdiri dari dua sub unit dengan BM sekitar 29 kD. Suhu optimumnya 60°C dengan pH optimum 6.5 - 9.0. Seperti protease B. pumilus Y1, PMSF (Phenyl Methyl Sulphonyl Fluoride) menghambat aktivitas bakteri rekombinan secara nyata. Kloning gen protease mampu meningkatkan aktivitas spesifik protease B. pumilus Y1 sebesar 3 kali lipat pada media LCT + skim 0.5% atau 6 kali lipat pada media LB (Luria Broth) + skim 0.5%. Penggunaan kultur mikroba potensial penghasil protease, proses seleksi dan optimasi komposisi media fermentasi serta pengontrolan kondisi pertumbuhan menggunakan bioreaktor, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas protease bakteri rekombinan R-1 secara maksimal sehingga cukup kompetitif untuk diproduksi secara komersial.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari produksi protease dari B. subtilis DB104 rekombinan R-1 dalam fermentasi terkontrol menggunakan beberapa media semi sintetik. Secara umum, penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap penentuan media semi sintetik terbaik bagi produksi protease. Tahap kedua merupakan tahap produksi protease menggunakan bioreaktor dan optimasi hasil dengan teknik imobilisasi enzim. ...
