Pengaruh suhu dan waktu penggorengan hampa terhadap sifat fisik dan organoleptik keripik jambu biji (Psidium guajava L).
Abstract
Jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan buah yang banyak dihasilkan di Indonesia (produksi pada tahun 1993 sebanyak 197.243 ton) dan merupakan komoditi yang mudah rusak. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu usaha agas produksi yang cukup besar itu dapat dimanfaatkan dengan maksimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suhu dan waktu penggorengan jambu biji dengan menggunakan penggoreng hampa sehingga dihasilkan produk keripik yang memiliki sifat fisik dan organoleptik yang dapat diterima konsumen.
Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mencari kisaran suhu dan waktu penggorengan serta berbagai kondisi pembuatan keripik (perlu tidaknya pemakaian sulfit, ketebalan irisan dan perlu tidaknya penghilangan biji). Pada tahap ini dicoba penggorengan dengan suhu 80 °C, 85 °C. 90 °C dan 95 °C dengan waktu berkisar 25 menit sampai 70 menit. Pada penelitian utama digunakan suhu 85 °C, 90 °C, dan 95 °C dan waktu penggorengan selama 30 menit, 40 menit, dan 50 menit. Pengamatan yang dilakukan meliputi kadar air produk, kadar lemak, kekerasan, warna, dan uji organoleptik.
Rendemen rata-rata dari keripik jambu biji berkisar antara 19.76%-21.95%. Faktor suhu dan waktu penggorengan menyebabkan penurunan secara nyata (p<0.05) terhadap rendemen keripik jambu biji
Kadar air rata-rata keripik jambu biji berkisar antara 101-7.6% (basis kering). Faktor suhu dan waktu serta mteraksı antara keduanya menurunkan kadar au keripik jambu biji secara nyata (p<0.05).
Kadar lemak rata-rata keripik jambu biji berkisar antara 30.01%-49.09% (basis kering). Faktor suhu dan waktu serta interaksi antara keduanya berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap peningkatan nilai kadar lemak keripik jambu biji.
Kekerasan rata-rata keripik jambu biji berkisar antara 1.22%-4.31 Kg/mm.
Faktor suhu dan waktu penggorengan menurunkan nilai kekerasan keripik jambu biji
secara nyata (p<0.05). Semakin rendah nilai kekerasan maka keripik yang dihasilkan
semakin renyalı. Nilai kecerahan (L) rata-rata keripik jambu biji yang diperolah berkisar antara 64.42-74.75. Meningkatnya suhu dan waktu penggorengan menurunan nilai kecerahan (L) secara nyata (p<0.05).
Nilai kemerahan (a) rata-rata yang diperoleh berkisar antara 0.03-1.87. Meningkatnya suhu dan waktu serta interaksi antara keduanya menaikkan miar kemerahan yang nyata (p<0.05) keripik jambu biji. ...
