View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Food Science and Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap mutu mikrobiologis udang windu (Penaeus monodon) beku

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (21.13Mb)
      Date
      1989
      Author
      Wiguna, William
      Rahayu, Winiati P.
      Jenie, Betty S. L.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Dalam upaya peningkatan mutu udang beku, dilakukan penelitian tentang pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap mutu mikrobiologis udang Windu (Penaeus monodon) beku. Bahan pengawet yang diuji adalah kaporit, oksitetrasiklin, doksisiklin, oksitetrasiklin kaporit dan doksisiklin-kaporit (masing-masing 10 ppm). Pengujian dari masing-masing perlakuan diteliti setelah udang dibekukan dengan mengukur LPS (laju pengukuran spesifik) hitungan cawan total, koliform, Escherichia coli dan Salmonella. Proses perendaman dilakukan selama 30 menit, sedangkan proses pembekuan dilakukan pada suhu -40 °C selama 4 jam. Pengukuran LPS mikroorganisme yang sama juga dilakukan setelah penyimpanan beku (-40 OC) selama 2 dan 4 minggu. Secara tunggal, efek dari masing-masing bahan peng- awet selama pembekuan relatif tidak berbeda banyak. Meskipun demikian untuk hitungan cawan total dan koli- form, efek terbaik diperoleh secara berturut-turut dari perlakuan perendaman dengan oksitetrasiklin, doksisi- klin, dan kaporit. Efek kombinasi bahan pengawet anti- biotik dan kaporit memberikan hasil yang relatif lebih baik lagi. Pengujian bahan-bahan pengawet selama pembekuan juga dilakukan terhadap E. coli dan Salmonella (yang dikontaminasikan dengan sengaja) yang dilakukan secara in vivo, menunjukkan efektivitas oksitetrasiklin dan doksi- siklin yang relatif lebih baik dibandingkan kaporit. Sedangkan pada percobaan in vitro hasil terbaik adalah kaporit. Perlakuan perendaman dengan kombinasi bahan pengawet tetap menghasilkan efek yang relatif paling kuat (in vivo dan in vitro). Penyimpanan beku selama 2 minggu mengakibatkan pe- nurunan LPS semua mikroorganisme yang diuji pada semua perlakuan termasuk kontrol. Secara berturut-turut LPS terendah adalah E. coli, Salmonella, koliform dan hi- tungan cawan total. Setelah 4 minggu penyimpanan beku, LPS hitungan cawan total dan koliform menjadi lebih rendah lagi pada semua perlakuan, termasuk kontrol. Sedangkan E. coli dan Salmonella sudah tidak terdeteksi lagi masing-masing dengan metode MPN (pada pengenceran 100) dan metode hitungan cawan total (pada pengenceran 102) pada semua perlakuan termasuk kontrol…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138342
      Collections
      • UT - Food Science and Technology [3623]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository