Pengaruh suhu dan pH terhadap aktivitas antiagregasi platelet bawang merah (Allium ascalonicum L.)
Abstract
Bawang merah sebagai rempah dikenal mempunyai aktivitas biologis yang cukup handal. Salah satu diantaranya adalah kemampuan penghambatan agregasi platelet. Aktivitas antiagregasi platelet bawang merah disebabkan oleh tingginya kandungan senyawa sulfur yang juga berperan sebagai pembentuk flavor khas bawang merah. Salah satu senyawa sulfur adalah dialk(en)yl thiosulfinat yang dilaporkan memiliki sifat antiagregasi platelet. Senyawa ini mudah terdegradasi dengan cepat menjadi turunan sekunder yang bersifat volatil maupun non-volatil.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa-senyawa hasil hidrolisis dari bawang merah pada saat diolah atau dicena di dalam tubuh secara model sistem berkaitan dengan aktivitasnya sebagai antiagregasi platelet. Parameter yang diuji meliputi suhu yang berkaitan dengan kondisi suhu pengolahan dan pH yang dilakukan berdasarkan kondisi pH pencernaan di dalam tubuh. Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi mengenai efektifitas mengkonsumsi bawang merah baik dalam keadaan segar maupun terolah berkaitan dengan potensi bawang merah sebagai pencegah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada sistem kardiovaskuler.
Pada tahap ekstraksi komponen aktif bawang merah diberi perlakuan suhu maupun pH, selanjutnya komponen yang terbentuk dari hasil degradasi tersebut diekstrak dengan kloroform kemudian dilarutkan dalam metanol untuk dianalisis. Analisis antiagregasi platelet ekstrak bawang merah dilakukan secara in vitro menggunakan plasma darah kelinci dengan penginduksi ADP (10 µM) dan alat aggregometer PAAKS-4. Aktivitas antiagregasi platelet dinyatakan deangan nilai Dso yaitu konsentrasi ekstrak bawang merah yang mampu menghambat agregasi maksimum sebesar 50% dibandingkan dengan blanko.
Rendemen ekstrak bawang merah yang dihasilkan adalah 0.03 g/100 g berat
basah atau 0.15 g/100 g berat kering. Perlakuan suhu berpengaruh nyata pada taraf
5% terhadap kemampuan antiagregasi platelet bawang merah. Terdapat
kecenderungan aktivitas antiagregasi platelet yang makin manurun dengan semakin
tingginya suhu. Nilai D50 untuk perlakuan suhu 37 °C (suhu tubuh normal) adalah
0.252 mg/ml PRP dan suhu 60 °C (suhu pengolahan dengan cara pengeringan)
sebesar 0.732 mg/ml PRP, sedangkan Nilai D50 untuk perlakuan suhu 95 °C (suhu
pengolahan dengan cara perebusan) sebesar 1.103 mg/ml PRP. Perlakuan pH juga berpengaruh nyata pada taraf 5% terhadap kemampuan antiagregasi platelet bawang merah. Nilai Dso untuk pH 5.5 sebesar 0.524 mg/ml PRP, diikuti oleh perlakuan pH 6.8 (simulasi kondisi pencernaan di mulut) sebesar 0.698 mg/ml PRP, sedangkan nilai Dso untuk perlakuan pH 1.0 (simulasi kondisi pencernaan di lambung) sebesar 0.825 mg/ml PRP dan kondisi simulasi pencernaan di usus (pH 7.5) adalah 1.345 mg/ml PRP.
