Kompetisi bakteri asam laktat dan Escherichia coli O157:H7 dalam penempelan dan pembentukan biofilm pada permukaan stainless steel
View/ Open
Date
2002Author
Sundari, Wiji
Nuraida, Lilis
Dewanti-Hariyadi, Ratih
Metadata
Show full item recordAbstract
Bakteri asam laktat (BAL) telah dilaporkan dapat menghambat bakteri patogen sehingga berpotensi besar sebagai probiotik. Berbagai penelitian menjelaskan sifat antimikroba bakteri asam laktat terhadap patogen dan kemampuan penempelannya terutama jika terdapat patogen yang berbahaya. Penelitian tentang penempelan BAL pada umumnya dilakukan pada permukaan sel kultur jaringan. sedangkan penggunaan permukaan padat seperti stainless steel belum dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh keberadaan patogen Escherichia coli O157:H7 terhadap kemampuan bakteri asam laktat dalam menempel dan membentuk biofilm pada permukaan stainless steel (SS) serta pengaruh adanya BAL terhadap patogen tersebut.
Bakteri asam laktat yang digunakan pada penelitian ini adalah Streptococcus salivarius subsp. thermophilus (NCFB 2075) dan bakteri asam laktat yang diisolasi dari dadih yaitu B4 (Lactococcus sp.), T1(Lactobacillus brevis) dan K5 (Lactococcus sp.) yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, sedangkan bakteri patogen yang digunakan adalah Escherichia coli O157:H7 (ATCC 43895) yang diisolasi dari hamburger beku.
Evaluasi kemampuan menempel berbagai bakteri asam laktat dengan adanya kompetisi oleh bakteri patogen Escherichia coli 0157:H7 dilakukan dengan mengamati penempelan (attachment), pelepasan (desorption) dan pembentukan biofilm pada permukaan SS dengan selang waktu 0, 48 dan 96 jam. Penempelan dan pelepasan dihitung dengan metode direct microscopic count-epifluorescence yang menggunakan mikroskop epifluoresens, sedangkan densitas biofilm diukur dengan metode hitungan cawan, dengan terlebih dahulu mengambil bakteri dari permukaan SS menggunakan swab.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penempelan yang paling baik dimiliki oleh bakteri K5, sedangkan untuk bakteri lain, termasuk E. coli 0157:H7 relatif sama yaitu (3.9-4.0 log sel/cm²). Pelepasan sel yang paling tinggi terjadi pada E. coli 0157:H7 yang menunjukkan bahwa sel yang menempel secara kuat lebih sedikit dibanding BAL.
Adanya BAL dapat menghambat penempelan E. coli O157:H7 dimana jumlah sel E. coli O157:H7 yang menempel lebih rendah (3.3 log sel/cm²)bila dikompetisikan dengan BAL, akan tetapi, sel yang lepas lebih sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa BAL hanya menurunkan jumlah sel E. coli O157:H7 yang menempel secara lemah (reversibel), sedangkan sel yang menempel secara kuat (irreversibel) tidak dipengaruhi. Penempelan BAL tidak dipengaruhi oleh keberadaan E. coli O157:H7. ...
