Pembuatan minuman instan cinna-ale dari rempah asli Indonesia
Abstract
Cinna-Ale adalah minuman yang terbuat dari rempah-rempah khas Indonesia. Nama Cinna-Ale berasal dari bahasa Latin yaitu Cinnamon (Cinnamomum burmanii Blume) dan jahe (Zingiber officionale Roscoe). Cinna-Ale pada hakekatnya adalah jamu, tetapi memiliki rasa yang manis, dengan karakteristik berwarna merah, beraroma jahe dan kayu manis, berasa hangat di badan dan cukup pedas. Rempah- rempah yang digunakan dalam Cinna-Ale terdiri atas 17 macam rempah, yaitu jahe, kayu manis, cabe jawa, kayu secang, daun sereh, lada hitam, lada putih, daun pandan, cengkeh, kembang pala, biji pala, kapulaga besar, kapulaga kecil, jintan hitam, pekak, mesoyi dan adas manis.
Pembuatan minuman instan Cinna-Ale bertujuan untuk mengembangkan produk Cinna-Ale yang lebih praktis dengan menggunakan metode pengeringan semprot. Pada penelitian pendahuluan dilakukan penyiapan bahan baku, pengukuran kadar air terhadap semua rempah-rempah yang digunakan, penentuan kondisi ekstraksi yaitu konsentrasi rempah-rempah dengan air 5% (b/v) dan waktu ekstraksi 15 menit setelah mendidih, penentuan kondisi pengering semprot (suhu pengeringan), serta penentuan jenis dan konsentrasi bahan pengisi yaitu gum arab dan maltodekstrin dengan konsentrasi 5%, 7% dan 10% (b/v). Pada penelitian lanjutan dipelajari pengaruh jenis dan konsentrasi kedua bahan pengisi yang digunakan terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik bubuk instan Cinna-Ale yang dihasilkan berdasarkan hasil penelitian pendahuluan.
Acceptable product bubuk instan Cinna-Ale berkisar antara 2.55-3.79% dengan nilai tertinggi pada perlakuan jenis bahan pengisi maltodekstrin 10% (b/v). Kadar air bubuk instan Cinna-Ale memiliki kisaran antara 3.05-4.49%, dengan kadar air terendah pada perlakuan bahan pengisi maltodekstrin 7% (b/v). Kadar abu bubuk instan Cinna-Ale berkisar antara 1.69-5.44%, dengan nilai tertinggi pada perlakuan bahan pengisi gum arab.
Jenis dan konsentrasi bahan pengisi berpengaruh nyata terhadap kadar oleoresin bubuk instan Cinna-Ale. Kadar oleoresin tertinggi diperoleh pada perlakuan jenis bahan pengisi gum arab 5% (b/v). Pengukuran warna merah bubuk dan seduhan minuman instan Cinna-Ale menggunakan alat Minolta Chromameters R-200 menunjukkan warna merah terkuat pada perlakuan maltodekstrin 5% (b/v) dan derajat kecerahan tertinggi pada perlakuan jenis bahan pengisi gum arab 10% (b/v).
Total padatan terlarut seduhan bubuk instan Cinna-Ale dipengaruhi secara nyata oleh faktor konsentrasi bahan pengisi. Berdasarkan hasil uji hedonik dan uji perbandingan jamak terhadap warna, aroma dan rasa seduhan bubuk instan Cinna-Ale menunjukkan pengaruh nyata untuk perlakuan bahan pengisi maltodekstrin 5% (b/v) dengan skor rata-rata antara 3.09-5.30 (agak tidak suka hingga suka).
