Studi keamanan kimiawi makanan jajanan di kantin Kampus Fateta-IPB
Abstract
Makanan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari terutama masyarakat perkotaan. Makanan jajanan adalah makanan yang diproduksi oleh pengusaha sektor informal dengan modal terbatas dan dijajakan di tempat-tempat keramaian, sepanjang jalan, dan di permukiman atau perkampungan dengan cara berjualan berkeliling, menetap atau kombinasi dari kedua cara tersebut. Makanan ini mempunyai potensi untuk terkontaminasi mikrobiologi, kimia dan lingkungan seperti cemaran logam berat yang sangat tinggi, sehingga dasar dalam memilih makanan jajanan selain bernilai gizi tinggi juga harus memperhatikan keamanan makanan tersebut.
Penelitian ini dilakukan di kantin kampus FATETA-IPB bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran kimiawi makanan jajanan yang meliputi pewarna dan pemanis sintetik (sakarin dan siklamat), kadar aflatoksin dan cemaran logam berat Pb, Cu, Zn pada makanan jajanan es doger, es campur, es kelapa, bumbu kacang siomay dan gado-gado serta sayuran, sehingga dari penelitian ini dapat dihasilkan rekomendasi bagi pihak pengelola dan pedagang kantin untuk meningkatkan mutu dan keamanan makanan yang dijual.
Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel makanan dan minuman, yang dilanjutkan dengan pengujian sampel tersebut. Sampel yang diuji adalah es doger, es campur untuk uji pewarna dan pemanis sintetik, es kelapa untuk uji pemanis sintetik, bumbu kacang siomay dan gado-gado untuk uji kadar aflatoksin dan sayur bayam, kangkung, sawi hijau dan wortel yang telah direbus untuk uji cemaran logam berat.
Metode uji yang digunakan untuk masing-masing parameter adalah kromatografi kertas untuk pewarna, HPLC untuk pemanis sakarin, spektrofotometri UV untuk pemanis siklamat, kromatografi lapis tipis (KLT) untuk kadar aflatoksin yang didahului dengan persiapan sampel, ekstraksi, pemurnian dan penentuan kadar aflatoksin dan spektrofotometri absorpsi atom untuk cemaran logam berat.
Hasil pengujian pewarna sintetik pada minuman es doger dan es campur adalah ditemukan karmoisin pada es doger dan eritrosin pada es campur. Pewarna sintetik yang ditemukan merupakan pewarna yang diizinkan oleh Permenkes No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang pengunaan bahan tambahan pangan (BTP). ...
