Strategi pemasaran restoran berbasis preferensi konsumen : Studi kasus Restoran Larisa, Bogor
Abstract
Krisis ekonomi yang terjadi telah menyebabkan perubahan pada kondisi lingkungan bisnis yaitu melahirkan situasi yang tidak menentu, terjadi kenaikan harga- harga barang dan jasa, daya beli masyarakat menurun dan semakin ketatnya persaingan usaha. Karena perubahan lingkungan usaha yang terjadi, untuk mendapatkan laba dan kemampulabaan, mempertahankan eksistensi pasar dan untuk mengembangkan usaha maka restoran harus menyusun strategi. Strategi tersebut meliputi strategi bisnis, strategi pemasaran dan strategi operasional pendukung. Strategi yang disusun haruslah berorientasi pasar atau berorientasi konsumen yaitu berpusat pada konsumen.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi restoran dan merumuskan rencana strategi pemasaran restoran (khususnya restoran Larisa). Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan data melalui pengamatan langsung dan penyebaran kuesioner. Kuesioner diberikan kepada 100 orang konsumen restoran yang terdiri dari 35 orang konsumen restoran Larisa, 30 orang konsumen restoran Saung Mirah, 20 orang konsumen restoran Galuga dan 15 orang konsumen restoran Ponyo-7. Penyebaran kuesioner dilakukan secara bersamaan di keempat restoran tersebut. Tahap selanjutnya adalah analisis yang meliputi analisis lingkungan makro, analisis lingkungan industri atau persaingan; analisis kondisi eksis restoran dimana analisis kuantitaif data preferensi konsumen dilakukan menggunakan metoda Biplot; penentuan unsur-unsur SWOT dan potensi kemampuan inti, analisis SWOT dan kesesuaian konsumen; serta identifikasi profil restoran idaman dan profil restoran Larisa ideal. Tahap terakhir adalah penyusunan rekomendasi yang meliputi strategi bisnis, strategi pemasaran dan strategi operasional pendukung. ...
