Mempelajari tingkat kepuasan konsumen terhadap mutu pelayanan pada industri jasa boga : Studi kasus pada PT Rolika Catering di Bogor
View/ Open
Date
2002Author
Dewanto, Yusuf Iman
Kadarisman, Darwin
Muhandri, Tjahja
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri jasa boga (food service industry) merupakan industri yang cukup kompleks, tumbuh relatif cepat dan mudah mengalami perubahan. Dalam lingkungan yang kompetitif, industri jasa boga harus mampu menciptakan loyalitas konsumen dengan memberikan kepuasan kepada konsumen. Berbagai upaya dilakukan oleh industri jasa boga, diantaranya melalui pengembangan mutu produk dan layanan.
Spesifikasi mutu pelayanan harus dirancang dan diimplementasikan dengan baik, meskipun hal ini tidak semudah yang dibayangkan. Dapat saja terjadi kesenjangan antara mutu pelayanan yang diberikan perusahaan dengan mutu pelayanan yang diterima konsumen karena perbedaan persepsi mereka tentang wujud mutu pelayanan.
Identifikasi atribut mutu pelayanan dilakukan melalui focus group discussion dengan peserta antara lain pengusaha katering, konsumen, dan dosen yang mengerti tentang atribut mutu pelayanan. Atribut-atribut mutu tersebut merupakan penjabaran dari lima dimensi mutu pelayanan yaitu: reliability, assurance, tangible, emphaty, dan responsiveness. Survei konsumen dilakukan untuk mengumpulkan data tingkat kepentingan dan kepuasan mutu pelayanan. Kuesioner disusun berdasarkan rincian atribut mutu pelayanan yang diperoleh dari focus group discussion. Untuk mengukur tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan konsumen untuk setiap atribut mutu pelayanan, digunakan skala Likert (1-5).
Hasil identifikasi atribut mutu pelayanan melalui diskusi kelompok terarah mencakup 21 atribut yang terdiri atas reliability (4 atribut), assurance (4 atribut), tangible (4 atribut), emphaty (5 atribut), dan responsiveness (4 atribut). Dari 21 atribut tersebut, ternyata yang dianggap penting oleh konsumen terdiri atas 17 atribut, yaitu reliability (4 atribut), assurance (3 atribut), tangible (4 atribut), emphaty (3 atribut), dan responsiveness (3 atribut).
Atribut mutu yang dianggap penting oleh konsumen dan konsumen merasa puas akan kinerja yang diberikan perusahaan yaitu: (1) ketepatan waktu kedatangan tim katering, (2) ketepatan jumlah pesanan katering, (3) kesesuaian menu yang dipesan dengan yang diberikan, (4) kecermatan di dalam penanganan pelayanan, (5) kemampuan staf pada saat menerima pesanan, (6) jaminan keamanan pangan dari makanan yang disajikan, (7) kondisi peralatan makan dan wadah penyajian, (8) kesabaran staf dalam melayani konsumen pada saat menerima pesanan, (9) kejujuran staf dalam menyerahkan/menyajikan seluruh pesanan, (10) keluwesan staf terhadap waktu pelayanan, dan (11) kecepatan staf dalam menambah makanan jika kurang.
Atribut mutu yang dianggap penting oleh konsumen tetapi konsumen merasa kurang puas akan kinerja yang diberikan perusahaan yaitu: (1) etos kerja dari staf yang terlibat dalam penyajian, (2) dekorasi (variasi) di meja penyajian, (3) penampilan penyaji, (4) tata letak alur penyajian, (5) kesediaan perusahaan untuk menanggulangi jumlah makanan yang kurang, (6) kecepatan staf dalam membersihkan wadah makanan yang kotor, dan (7) kemampuan staf menata ulang layout penyajian pada saat jumlah makanan tinggal sedikit.
