Ekstraksi dan Analisa Sifat Fisiko-Kimia Keragenan Dari Rumput Laut Jenis Eucheuma cottonii
View/ Open
Date
1987Author
Mukti, Erna Dwi Wahju
Anggadiredja, Jana
Hermanianto, Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Rumput laut adalah salah satu tanaman yang banyak tum- buh di Indonesia dan merupakan salah satu komoditi ekspor non-migas penghasil devisa.
Salah satu hasil olahan rumput laut yang penting adalah karagenan. Selama ini di Indonesia belum ada industri yang mengolah rumput laut menjadi karagenan, sehingga ekspor rum- put laut di Indonesia masih dalam bentuk rumput laut kering atau bahan baku.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari cara eks- traksi dan menganalisa sifat fisiko-kimia karagenan dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii yang dipanen pada umur enam minggu.
Parameter yang diteliti adalah pH dan lama ekstraksi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah lengkap faktorial. rancangan acak
Ekstraksi dilakukan pada pH 8, 9 dan 10 dengan lama ekstraksi 14 jam, 18 jam dan 22 jam. Pengamatan dilakukan terhadap kadar air, kadar abu, kadar sulfat, viskositas, ke- kuatan gel, "gelling point", "melting point", spektrum infra merah dan kadar logam berat.
Dari hasil penelitian, semakin tinggi pH maka rendemen akan semakin tinggi dan semakin lama ekstraksi dilakukan ma- ka rendemen akan meningkat sampai batas tertentu kemudian turun. Rendemen tertinggi diperoleh pada kondisi pH 10 dan lama ekstraksi 18 jam.
Kekuatan gel semakin menurun dengan semakin meningkat- nya pH ekstraksi dan semakin lama waktu ekstraksi nilai ke- kuatan gel akan naik kemudian turun kembali. Kekuatan gel yang tertinggi diperoleh pada pH ekstraksi 8 dengan lama ekstraksi 18 jam.
"Gelling point" dan "melting point" yang tertinggi di- peroleh pada pH 8 dan lama ekstraksi 14 jam yaitu masing-ma- sing pada suhu 27.6°C dan 41.8°C. Semakin lama proses eks- traksi yang dilakukan "gelling point" dan "melting point" semakin turun.
Spektrum infra merah karagenan membuktikan bahwa jenis karagenan yang diekstrak dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii adalah kappa-karagenan.
Kadar Cu dalam tepung karagenan masih dalam batas yang diijinkan, yaitu sebesar 0.248 ppm…
