Kajian pengaruh pemanasan fraksi protein susu substandar terhadap pertumbuhan sel kanker K-562 (Chronic myelogenous leukemia)
View/ Open
Date
2003Author
Minhatillah, Heti
Prangdimurti, Endang
Palupi, Nurheni Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Susu termasuk bahan pangan yang berkualitas tinggi karena dalam susu mengandung hampir semua zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. Peningkatan konsumsi susu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia merupakan indikator peningkatan kesadaran terhadap pola hidup sehat. Hal ini terbukti dengan adanya pertumbuhan konsumsi nasional dalam 7 tahun terakhir yang menunjukkan peningkatan rata-rata 4.3% per tahun (GKSI, 1999).
Kualitas susu sapi sendiri saat ini belum dapat mencapai hasil yang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah seperti yang tercantum dalam surat keputusan Direktur Jenderal Peternakan No.17/KPTS/DJP/Deptan/83. Ketentuan seperti berat jenis sekurang-kurangnya 1.028 pada suhu 27.5°C sepertinya sulit dicapai oleh para peternak sapi perah di negara kita. Banyaknya faktor seperti pemalsuan susu dan pemberian konsentrat yang tidak sesuai dengan porsinya baik volume maupun mutu menyebabkan susu berada di bawah standar atau dalam istilah lain adalah susu substandar.
Susu substandar didefinisikan sebagai susu murni yang tidak memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini KUD atau Milk Treatment (Chairunnisa, 1997). Karena alasan kualitas susu di bawah standar itulah maka sejumlah Industri Pengolahan Susu (IPS) terpaksa menolak susu tersebut dari para peternak yang terkumpul di Koperasi Produksi Susu (KPS). Oleh karena jumlah susu substandar yang ditolak cukup banyak dan masih sedikitnya cara untuk memanfaatkan susu tersebut, maka perlu adanya upaya pemanfaatan lain agar susu substandar tetap bernilai tinggi tanpa mengurangi esensi yang sudah ada.
Pemanfaatan susu substandar yang sudah dilakukan sampai saat ini adalah dibuat menjadi berbagai produk isolat protein susu dalam bentuk kasein laktat, kopresipitat dan natrium kaseinat serta produk-produk yang dimodifikasi (Chairunnisa, 1997). Minimnya pemanfaatan susu substandar yang telah dilakukan, mendorong dilakukannya penelitian-penelitian mengenai potensi bioaktifnya. Penelitan ini mengkaji potensi bioaktif fraksi-fraksi protein susu substandar, khususnya potensi anti kanker.
Fraksi protein susu yang diujikan dalam penelitian ini adalah fraksi kasein dan fraksi ẞ-laktoglobulin (BLG). Kedua jenis fraksi tersebut diisolasi dari dua jenis susu, yaitu susu substandar dan susu standar sebagai pembanding. Untuk melihat pengaruh perlakuan pemanasan pada susu terhadap pertumbuhan sel K-562, maka pada kedua jenis susu diberi perlakuan sterilisasi dan mentah sebagai pembanding. Sedangkan untuk melihat pada tingkat konsentrasi berapa fraksi susu dapat mempengaruhi pertumbuhan sel K-562, maka dalam penelitian ini digunakan 3 tingkat konsentrasi, yaitu 0, 1:60 (v/v), dan 1:240 (v/v).
